BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Uraian
Umum
Teknik sipil merupakan bidang keahlian yang sudah cukup tua
dan telah berkontribusi banyak terhadap perkembangan dunia. Pada dasarnya
bidang teknik sipil membantu membentuk kehidupan modern yang kita nikmati
sekarang ini. Bidang teknik sipil membangun, menjalankan, merawat dan
memperbaiki atau memperbaharui fasilitas dan infrastruktur yang diperlukan
oleh kehidupan modern seperti gedung, jalan, jalan layang, jalan kereta api,
jembatan, bendungan untuk pembangkit listrik dan juga pengairan, pelabuhan laut
dan udara, bangunan kilang minyak, bangunan anjungan lepas pantai, dan
lain-lain.
1.2
Latar
Belakang Proyek
Sebagai kota metropolitan di Indonesia,
Jakarta menjadi pusat kegiatan di Indonesia. Baik kegiatan ekonomi, politik,
sosial, budaya, hingga pendidikan semua berpusat di Jakarta. Perkembangan
Jakarta sebagai ibu kota negara Indonesia yang begitu cepat memacu
pembangunanan fisik untuk mendukungnya menjadi kota metropolitan. Pembangunan
dari segi ekonomi tak lepas dari adanya pusat pusat perekonomian yang ada di
Jakarta mulai dari perkantoran,
apartement, mall, pasar, ruko hingga pedagang kaki lima merupakan
penyokong kegiatan ekonomi ibu kota Indonesia ini. Dikarenakan adanya kebutuhan
dari tempat untuk bekerja yang nyaman, dan ramah lingkungan di kawasan Cilandak yang merupakan daerah perkantoran dan sebagai pusat
pemerintahan di wilayah Jakarta Selatan. Maka pemilik proyek membangun Izzara Apartement GTU.
Dengan berjalannya waktu, pemilik proyek melanjutkan
kembali pekerjaan struktur & arsitektur hingga PT. PP (Persero), Tbk yang terpilih
sebagai kontraktor setelah melalui tahap pelelangan yang sebelumnya juga ada
kontraktor-kontraktor besar yang mengajukan dan mengikuti proses pelelangan
seperti Hutama Karya dan
Adhi Karya dan akhirnya PT. PP
(Persero), Tbk yang terpilih.
1.1
Rumusan
Masalah
· Bagaimana
seorang teknik sipil bisa berkontribusi dalam suatu proyek sehingga dapat
membuat proyek tersebut dapat selesai pada waktunya.
· Bagaimana
supaya anggaran biaya bisa terkontrol dengan baik.
· Metode
apa yang harus diterapkan dalam suatu proyek agar tidak membuat dikemudian hari
proyek tersebut tidak mengalami kegagalan.
· Bahan
material pembanguna yang bagaimana yang aman digunakan atau tidak mencemari
lingkungan serta efisien dalam pengerjaannya.
1.2
Maksud
dan Tujuan
1.4.1
Maksud
dan Tujuan Proyek
· Untuk
memenuhi kebutuhan tempat perkantoran yang nyaman dan ramah lingkungan.
· Mendukung
program pemerintah kota jakarta, dalam menyediakan tempat pekerjaan yang
nyaman, aman, serta lingkungan yang kondusif.
· Menanbah
lapangan kerja baik selama proyek berlangsung maupun setelah proyek selesai.
· Meningkatkan
pertumbuhan dalam sektor ekonomi untuk mensejahterakan masyarakat.
1.4.2
Maksud
dan Tujuan Kerja Praktek
· Mengamati
serta memahami pelaksanaan kontruksi dilapangan maupun manajemen proyek
tersebut.
· Mengetahui
taha-tahapan kegiatan fisik pembangunan.
· Memahami
metode kontruksi yang diterapkan dalam pembanguna proyek.
· mengetahui
manajemen pelaksanaan dilapangan secara langsung.
· Menambah
relasi sebanyak-banyaknya sebgai jaringan dikemudian hari.
· Menyusun
Laporan Kerja Praktek sebagai salah satu syarat kelulusan mendapatkan gelar
strata satu (S1).
1.1
Batasan
dan Lingkup Pembahasan
1.5.1
Lokasi
Proyek
Gambar 1.1 Lokasi Proyek Pembangunan Izzara
Apartemen GTU.
Batas lokasi proyek
sebagai berikut :
Sebelah Utara : Jl. TB Simatupang
Sebelah Selatan :
Pemukiman
Sebelah Timur : Pemukiman dan Palyja
Sebelah Barat : High scope
1.5.1
Data
Umum Proyek
1. Nama
Proyek : Izzara Apartement GTU
2. Jenis
Proyek :
Gedung Apartement
3. Lokasi
Proyek : Jl. TB simatupang, Cilandak, Jakarta Selatan
4. Luas
Lahan :
120353.262 m²
5. Jumlah
Lantai : 36 Lantai
6. Owner : Grade Tramitra Usaha
7. Konsultan
Perenacana : PT. Atelier Enam
Struktur
8. Managemen
Konstruksi : PT. Kandu
9. Kontraktor Pelaksana : PT. PP (Persero), Tbk
1.5.1
Data
Teknis proyek
1. Luas
bangunan : 41718.62
m² (Tower South)
2. Elevasi
Top Banguna : Tower South Top
+115.00 meter
3. Jumlah
lantai
Lantai Basement : 5 lantai
Lantai Ground :
1 lantai
Lantai Hunian :
29 lantai
Lantai Atap : 1 lantai
1.1
Ruang
Lingkup Pekerjaan Pembangunan
1.6.1
Pekerjaan
Persiapan
·
Mobilisasi dan demobilisasi
·
Direksi keet dan perlengkapan
·
Air kerja
·
Listrik kerja
·
Pengukuran dan pemasangan bowplank
·
Pagar proyek
·
Bedeng pekerja
·
Pembersihan tapak bangunan
·
Asuransi
·
Anti rayap
·
Saluran sementara
1.6.1
Pekerjaan
Struktur
·
Pekerjaan bored pile
·
Pekerjaan galian tanah
·
Pekerjaan retaining wall
·
Pekerjaan raft foundation
·
Pekerjaan kolom
·
Pekerjaan balok
·
Pekerjaan plat
·
Pekerjaan shear wall / core wall
·
Pekerjaan tangga
BAB
II
ORGANISASI
PROYEK DAN HUBUNGAN KERJA
2.1 Organisasi Pokok
Pada dasarnya organisasi proyek merupakan suatu kumpulan dari
beberapa orang yang mempunyai keahlian dan kebutuhan tekad, yang saling bekerja
sama dalam suatu proyek untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam suatu organisasi
proyek setiap orang mempunyai wewenang dan tanggung jawab sesuai dengan
kedudukan dan tugasnya. Sehingga pekerjaan dapat dilaksanakan dengan baik, dan
dapat diselesaikan tepat pada waktunya.
Pada proyek besar, seperti pembangunan Izzara Apartement yang
beralamat di Jalan TB Simatupang Cilandak Jakarta Selatan ini diperlukan suatu
kerja sama yang baik dari sekelompok orang yang mempunyai keahlian dalam
menangani dan mengerjakan proyek tersebut. Orang – orang harus mampu memecahkan
masalah yang timbul, serta dapat secara bijak mengambil keputusan atas segala
gagasan – gagasan yang berbeda tetapi mempunyai tujuan yang sama dalam mencapai
suatu penyelesaian proyek yang baik.
Dengan adanya sistem organisasi yang baik, maka suatu
pekerjaan dapat dilaksanakan dengan baik sehingga selesai dengan hasil yang
baik.
Struktur organisasi hubungan kerja pada pembangunan proyek
secara teori dapat digambarkan sebagai berikut :
Gambar 2.1 Flow Chart Hubungan Kerja Suatu Proyek
2.1
Unsur – Unsur Pelaksanaan Proyek dan
Wewenangnya
2.2.1
Pemilik
Proyek (Owner)
Pemilik proyek (Owner) atau pemberi tugas adalah pihak yang
menghendaki suatu pekerjaan dilaksanakan oleh pihak lain sehubungan dari hasil
pekerjaan tersebut, serta membayar semua hasil pekerjaannya kepada pihak yang
mengerjakan. Dalam hal ini yang bertindak sebagai pemberi tugas adalah PT. Grade
Tramitra Usaha.
Adapun
tugas dan wewenang dari pemilik proyek (owner) adalah sebagai berikut :
1)
Menjamin kelancaran serta koopratif atas penyelenggaraan
proyek berawal dari rencana komprehensif/terpadu hingga pelaksanaan
berakhir/sertifikasi.
2)
Berwenang mengambil keputusan terhadap masalah yang timbul
guna menunjang kelancaran operasi proyek berdasarkan ketentuan yang diatur
dalam kontrak kerja.
3)
Memilih dan memberi tugas pada konsultan perencana untuk
mewujudkan gagasan terhadap proyek yang akan direncanakan.
4)
Menunjuk wakilnya dalam melaksanakan pengawasan terhadap
biaya, mutu pekerjaan dan waktu pelaksanaan.
5)
Mengesahkan semua dokumen pembayaran seperti membayar
kontraktor, konsultan perencana, konsultan pengawas sesuai dengan kesepakatan
awal pada kontrak.
6)
Mengurus dan menyelesaikan perijinan maupun persyaratan yang
harus dipenuhi kepada instansi – instansi terkait.
2.2.2
Konsultan
Pengawas
Konsultan
pengawas adalah pihak yang diangkat oleh pemilik proyek (owner) untuk bertindak
sepenuhnya untuk bertindk sebgai wakil pemilik proyek dalam memimpin jalannya
pelaksanaan dilapangan, mengkoordinir dan mengawasi pelaksanaan pekerjaan
dilapangan pada batas – batas yang telah ditentukan. Sebgai konsultan pengawas
disini adalah MK (managemen konstruksi) PT.
Kandu.
Adapun tugas dan
kewajiban dari konsultan pengawas antara lain yaitu :
1) Bertanggung
jawab atas manajemen proyek secara menyeluruh kepada owner.
2) Membantu
pemilik peroyek dalam mengawasi pelaksanaan pekerjaan proyek dan mengambil
tindakan – tindakan yang dianggap perlu terhadap kontraktor.
1) Memeriksa
gambar kerja berdasarkan gambar rencana yang telah dibuat oleh konsultan
perencana dan telah disetujui.
2) Menyusun
laporan yang mencakup semua kegiatan kontraktor dan perkembangan pekerjaan pada
proyek tersebut.
2.2.1
Konsultan
Struktur
Konsultan
struktur adalah pihak yang ditunjuk sepenuhnya sebagai perencana struktur
proyek sesuai dengan keahliannya. Pada proyek ini yang merencanakan struktur
proyek adalah PT. Atelier 6 Struktur.
Adapun tugas dari
konsultan struktur antara lain yaitu :
· Bertanggung
jawab atas disain struktur dan vertifikasi serta sertifikasi proyek.
· Bertanggung
jawab dalam perencanaan struktur, karakteristik sifat dan kekuatan perhitungan
bangunan yang direncanakan pada proyek tersebut.
2.2.2
Konsultan
Arsitektur
Konsultan
arsitektur adalah pihak yang ditunjuk sepenuhnya sebagai perencana arsitek baik
dari segi luar (eksterior) maupun dalam (interior) proyek sesuai dengan
keahliannya. Pada proyek ini yang merencanakan arsitek proyek adalah PT. Quadratura Indonesia.
Adapun tugas konsultan
arsitek antara lain :
· Merencanakan
gambar arsitektur dan finishing.
· Bertanggung
jawab atas design arsitektur vertifikasi dan sertifikasi proyek.
· Membuat
gambar – gambar detail arsitektur.
2.2.3
Konsultan
M / E / P
Konsultan
M / E / P dipercaya oleh pemilik proyek (owner) bertanggung jawab atas
perencanaan M / E / P (Mekanikal, Elektrikal & Plumbing). Pada proyek ini
konsultan M / E / P dipercayakan kepada PT.
Meltech Consultindo Nusa.
Adapun tugas dari pada
konsultan M / E / P adalah sebagai berikut :
· Berfungsi
membantu pemilik proyek (owner) dalam melaksanakan perencanaan M / E / P
(mekanikal, elektrikal & plumbing).
· Memberikan
penjelasan masalah – masalah dalam perencanaan M / E / P.
2.2.1
Kontraktor
Utama
Kontraktor
adalah suatu badan atau suatu perusahaan yang memenuhi persyaratan yang telah
ditentukan / ditetapkan untuk melaksanakan pekerjaan pemborongan atau proyek
dan biasanya melalui suatu tender atau berdasarkan hasil lelang.
Secara umum tugas
kontraktor yaitu antara lain :
· Melaksanakan
pekerjaan sesuai dengan surat perjanjian atau kontrak.
· Membuat
jadwal waktu pekerjaan (time schedule) secara perinci dan efisien sesuai jenis
pekerjaan serta mengevaluasinya.
· Menyusun
strategi untuk dapat mempercepat suatu pekerjaan agar selesai tepat pada waktu
yang sudah ditentukan dalam kontrak kerja.
· Membuat
gambar – gambar pelaksanaan (Shop Drawing) yang telah disetujui oleh konsultan
pengawas / menajemen konstruksi.
· Melaksanakan
pengadaan barang dan peralatan.
· Menjamin
kesehatan dan keselamatan pekerjaaan dan pekerja.
· Melakukan
perbaikan – perbaikan yang diminta pengawas bila pekerjaan tidak sesuai dengan
perjanjian.
· Membuat
laporan harian, mingguan dan bulanan yang kemudian diperiksa kebenarannya oleh
konsultan pengawas.
· Menyerahkan
hasil pekerjaan kepada pemilik proyek (owner) jika pekerjaan telah selesai.
2.1
Struktur
Organisasi Kontraktor Utama
Sebagai
kontraktor utama pada pembangunan proyek ini adalah PT. PP (Persero), Tbk yang
berkedudukan di Jalan Letjend. TB Simatupang No. 57 Pasar Rebo Jakarta Selatan.
Kontraktor
utama ini memiliki struktur organisasi dengan komponen – komponen utamanya
sebagai berikut :

Gambar 2.2 Flow Chart Struktur Organisasi
Perusahaan
2.3.1
Project
Manager (PM)
Project
manager berwenang atas kelancaran pelaksanaan dan pembatalan waktu dari proyek
tersebut. Project manager adalah pejabat tertinggi dalam suatu proyek sehingga
setiap dokumen pekerjaan harus terlebih dahulu diapproval oleh project manager
sebelum digunakan.
Adapun tuga project
manager adalah sebagai berikut :
· Bertanggung
jawab penuh atas segala aktivitas yang terjadi diproyek.
· Mengatur
dan menetapkan sistem yang direncanakan memadai untuk administrasi,
pelaksanaan, koordinasi, pada proyek tersebut.
· Mengatur
semua personil proyek berpartisipasi aktif sesuai dengan jabatannya dalam
menerapkan persyaratan sistem proyek.
· Memantau
dan membuat laporan secara rutin status dari aspek penting proyek.
· Meyakinkan
bahwa kelancaran pelaksanaan batas waktu dari proyek sesuai dengan persyaratan
owner dan perusahaan.
· Memimpin
jalannya rapat internal maupun eksternal dan dapat memberikan solusi disetiap
permasalahan yang dihadapi selama proyek berjalan.
2.3.1
Site
Manager (SM)
Site
manager adalah seseorang yang dipilih dengan kemampuan tertentu untuk memimpin
orang – orang dalam proyek yang berbagai karakteristik, latar belakang, budaya,
dengan tujuan tertentu dari proyek tersebut.
a. Umum
:
· Bertanggung
jawab atas mutu kwalitas pekerjaan.
· Kelancaran
schedule waktu penyelesaian.
· Keamanan,
ketertiban dan kebersihan proyek.
b. Teknis
:
· Membuat
rencana kerja dan operasi lapangan secara detail.
· Membuat
metode kerja secara rinci.
· Pengadaan,
penyusunan pemakaiaan alat – alat kerja dan tenaga kerja.
· Menjaga
mutu dan waktu pekerjaan.
· Mengkoordinasikan
masalah – masalah antara operasional dan engineering.
· Mengkoordinasikan
masalah – masalah operasional dengan direksi lapangan.
· Memimpin
rapat rutin pelaksanaan dengan memberikan petunjuk – petunjuk teknis
c. Administrasi
:
· Menyusun
serta mengatur penempatan personalia diproyek atas persetujuan kepala proyek.
· Menandatangani
atau menyetujui SPP, LPM, LPA.
· Surat
perintah kerja mandor.
· Upah
borongan.
· Biaya
umum.
· Menghubungi
atau menunjuk sub kontraktor untuk upah barang diatas persetujuan PM.
· Menyetujui
berita acara pemakaiaan alat dan pekerjaan sub kontraktor.
· Laporan
pekerjaan tambah kurang.
a. Pembiayaan
:
· Bertanggung
jawab budgat atau RAP.
· Mengepaluasi
hasil monitoring atau survey hasil kerja dan pengadaan bahan yang efektif.
· Menjaga
kesetabilan harga satuan upah, harga borongan dan pemakaian alat.
· Menyusun
dan membuat rencana periodik untuk pembayaran upah borongan dan harian tenaga.
2.3.1
Koordinator
Supervisor
Koordinator
supervisor berwenang atas mengkoordinasikan dan melancarkan semua kegiatan konstruksi
dilapangan. Koordinator supervisor melaporkan semua kegiatan pada manager
konstruksi.
Adapun tugas – tugas
koordinasi supervisor adalah :
· Mengatur,
mengkordinasikan dan membuat laporan kegiatan konstruksi bahwa dilapangan
sesuai dengan pedoman mutu proyek.
· Meyakinkan
bahwa personil – personil pelaksanaan berpatisipasi aktif dalam menerapkan
persyaratan pedoman mutu proyek dalam kegiatan sehari – hari.
· Meyakinkan
bahwa kemajuan pelaksanaan sesuai target dan biaya proyek dapat diatur dan
terbukti dalam semua tahap pelaksanaan.
· Mempelajari
ide engineering.
· Melaksanakan
shop drawing.
· Mengatur
schedule pelaksanaan, pengadaan barang, manpower.
· Mengatur
strategi dan sistem pelaksanaan proyek.
· Atur
monitor terporari work.
· Perbaikan
alat – alat dan kendaraan yang rusak.
· Atur
dan monitoring penerangan kerja dan alat – alat kerja.
· Atur
dan monitoring instalasi air kerja.
2.3.1
Supervisor
a. Umum
:
· Pengawasan
mutu dan kualitas pekerjaan.
· Pengawasan
dan pelaksanaan pelaksanaan sesuai schedule.
· Mengatur
tenaga kerja, mandor dan harian tenaga.
· Memonitoring
pekerjaan, tenaga, alat.
· Membuat
laporan periodik.
· Menjaga
keamanan, kebersihan dan kesehatan kerja.
b. Teknis
· Menghitung
volume – volume pekerjaan.
· Mengatur
sistem kerja dan urutan pekerjaan sesuai gambar.
· Menghitung
volume alat bantu dan bahan penunjang.
· Membuat
schedule perlokasi.
· Membuat
analisa laporan pemakaiaan bahan, upah dan alat.
· Mengatur
pemakaiaan bahan dan alat.
c. Administrasi
· Membuat
SPP sesuai kebutuhan.
· Membuat
staff upah borongan (opname borongan).
· Mendatangani
berita acara pemakaiaan alat, staff upah borongan dan harian, bon alat atau
bahan.
· Melaporkan
penyimpanan – penyimpanan dalam pelaksanaan yang merupakan pekerjaan tambah.
· Pembukaan,
staff, borongan.
· Pengarsipan
sistem atau metode kerja.
· Pengarsipan
gambar – gambar kerja (shop drawing).
· Membuat
monitoring pekerjaan.
2.3.2
Mekanik
· Atur
dan monitor temporari work.
· Perbaikan
alat – alat dan kendaraan yang rusak.
· Atur
dan monitoring penerangan kerja dan alat – alat kerja.
· Atur
dan monitoring instalasi air kerja.
2.3.1
Manager
Engineering
Manager
engineering berwenang atas mengkoordinasikan dan memproses design, data – data
teknik dan dokumen dari owner manager engineering melapor kegiatan kepada
manager proyek.
Adapun tugas – tugas
engineering antara lain :
· Memantapkan
dan mengatur sistem standar kontrol dan dokumen sesuai dengan pedoman mutu
proyek.
· Mengkoordinasikan
pemecahan dn pembuktian maslah – masalah design dan teknis yang muncul
sehubungan dengan data dan dokumen dari owner.
· Mengontor
dan mengkoordinasikan kaji ulang dan persetujuan kelanjutan proses design data
teknis dan dokumen yang disiapan PT.
Grade Tramitra Usaha.
2.3.2
Engineering
· Mempelajari,
meneliti dokumen – dokumen dan gamabar – gambar yang berhubungan dengan
pelaksanaan proyek.
· Menjabarkan,
mendetailkan, menyiapkan dokumen dari gambar tender / pelaksanaan kedalaman
shop drawing.
· Membantu
memecahkan masalah teknis dilapangan.
· Koordinasi
dengan bidang Q.S tentang skope pekerjaan yang dikerjakan dan dihitung.
· Koordinasi
dengan G.A tentang skope pekerjaan sub kontraktor dan suplier.
· Memilih
sistem pelaksanaan yang efisien.
2.3.3
Quantity
Surveyor
· Mempelajari
ide engineering tentang dokumen – dokumen dan gambar yang berhubungan dengan
pelaksanaan proyek.
· Menghitung
volume untuk pemesanan material dan pelaksanaan proyek.
· Evaluasi
dan monitor gambar – gambar perubahan untuk menghitung pekerjaan tambah /
kurung.
· Koordinasi
dengan engineering untuk perhitungan volume.
· Koordinasi
dengan Q.S dari owner untuk negoisasi volume.
2.3.1
Programmer
· Menyusun
dan merevisi kembali work programer dan rencana mutu proyek.
· Monitoring,
membuat progress dan pekerjaan dilapangan setiap hari.
· Mengumpulkan
data untuk penyusunan laporan mingguan atau bulanan ke pihak owner.
2.3.2
Cost
Control
· Control
semua pengeluaran dan pemasukan keuangan.
· Kontrol
semua volume serta kelengkapan semua administratif semua penagihan dan
pengeluaran.
· Pengaturan
permintaan dana.
· Pembuatan
SDBP dan kontrol terhadap budget.
2.3.3
Manager
Mekanikal, Elektrikal dan Plumbing
Manager
M / E / P berwenang atas mengkoordinasikan dan memproses design, data – data
teknik dan dokumen dari owner manager M / E / P melaporkan kepada manager
proyek.
Adapun tugas – tugas M
/ E / P antara lain :
· Memanfaatkan
dan mengatur sistem standar kontrol dokumen sesuai dengan pedoman mutu proyek.
· Mengontrol
dan mengkoordinasikan tinjauan dan persetujuan kelanjutan proses design, data
teknis dan dokumen M / E / P yang disiapkan PT.
Grade Tramitra Usaha.
· Mengkoordinasikan
pemecahan dan pembuktian masalah – masalah design dan teknis yang muncul
sehubungan dengan data dari owner.
· Mengontrol
dan mengkoordinasikan tinjauan dan persetujuan kelanjutan proses design, data
teknis dan dokumen M / E / P yang disiapakan duta graha indah.
2.3.4
M
/ E Koordinator
· Koordinator
bidang M / E terhadap pelaksanaan kerja yang lain.
· Koordinator
sub kontraktor dan sub kontraktor M / E.
· Pengawasan
persiapan dan pelaksanaan pekerjaan sub kontraktor M / E.
· Memastikan
bahwa setiap pekerjaan M /E sudah terkoordinir secara sistem .
· Mengkoordinir
seluruh paket M / E terhadap pekerjaan sipil / arsitek.
· Mencek
kebenaran gambar NSC dan monitor timbulnya pekerjaan tambah untuk pekerjaan
sipil.
· Mencek
sekunder pekerjaan M / E yang disesuaikan dengan schedule pekerjaan sipil.
2.3.1
Manager
Administrasi dan Pengendalian Dokumen
Manager
administrasi dan pengendalian dokumen berwenang atas mengkoordinasikan dan
melancarakan semua kegiatan administrasi diproyek tersebut.
Manager
administrasi dan pengendalian dokumen melaporkan kegiatan kepada manager
proyek..
Adapun tugas – tugas
manager administrasi dan pengendalaian dokumen antara lain :
· Memanfaatkan
dan mengatur sistem dan prosedur administrasi sesuai dengan pedoman mutu
proyek.
· Evaluasi,
monitor kegiatan poliklinik, mes staff dan pekerja.
· Pengurus
impor material L / C proses clearance.
2.3.2
Administrasi
Administrasi
berwenang atas mengontrol dan memproses kegiatan administrasi proyek.
Administrasi melaporkan kegiatan kepada manager administrasi.
Adapaun tugas – tugas
administrasi antara lain :
a. Umum
:
· Membuat
surat keluar dan penguasaan .
· Menerima
surat masuk dan memberikan data – data lengkap dalam surat.
· Membagikan
kebagian yang berkepentingan dengan disertakan tanda terima.
· Pengiriman
surat / surat keluar.
· Membuat
atau kode penomoran dalam surat agar mudah dalam pencarian.
· Membuat
notulen rapat, laporan harian dan lain – lain.
a. Pengarsipan
· Pengarsipan
semua surat masuk dan keluar antara lain :
- Surat
masuk / keluar.
- Notulen
rapat.
- Laporan
– laporan harian.
- Penawaran
– penawaran laporan pekerjaan tambah / kurang.
2.3.1
General
Affair
General
affair atau bagian umum merupakan bagian dari suatu perusahaan yang bertugas
untuk mendukung perusahaan dalam menjalankan operasionalnya dengan mengurus
segala urusan rumah tangga perusahaaan.
a. Koordinator
dari bidang :
· Personalia.
· Umum
.
· Administrasi.
· Scurity.
· Safety.
· Logistik
/ Pembelian.
· Gudang.
· Keuangan.
b. Koordinasi
dengan bidang engineering dan operasional tentang kontraktor dan suplier.
c. Negoisasi
dengan sub kontraktor, suplier dan owner.
d. Hubungan/
approach dengan pihak konsultan dan owner.
e. Personalia
· Evaluasi,
monitor staff.
· Membantu
memecahkan masalah staff.
· Memberikan
usulan dan pertimbangan gaji dan insentif staff.
· Membuat
rekaptulasi gaji staff lokal.
· Membuat
rekaptulasi form kepersonaliaan.
· Evaluasi,
monitor ijin / cuti dan memberikan peringatan bagi yang melanggar.
a. Umum
· Membuat
data – data kelengkapan claim asuransi, baik aspek maupun CAR.
· Pengurusan
perijinan kepada instansi terkait.
· Pembuatan
SPK atau opname, tender recommendation, kontrak.
· Inventarisasi
alat, kendaraan.
· Evaluasi,
monitor kegiatan poliklinik, mes staff dan pekerja.
· Pengurusan
material, pembuatan L/C, proses clearence.
2.3.1
Sekretaris
·
Membuat surat keluar dan pengarsipan.
·
Menerima surat masuk dan memberikan data
– data lengkap dalam surat masuk.
·
Mendistribusikan surat yang diterima
kepada yang bersangkutan.
·
Membuat kode atau penomoran agar mudah
pencarian.
·
Membuat notulen rapat, laporan harian
dan lain – lain.
·
Pengarsipan semua surat masuk dan
keluar, notulen rapat dan lain – lain.
·
Pengaturan telepon masuk dan keluar.
·
Pengaturan tamu dan akomondasinya.
2.3.2
Administrasi
dan keuangan
·
Mengatur pembayaran – pembayaran yang
terdiri dari :
-
Kas A =
Material, pembelian cash, overhead dan alat.
-
Kas B =
Upah borongan dan sub kontraktor
-
Kas C =
Pembelian (TDP)
· Membukukan
pemasukan dan pengeluaran uang.
· Mengarsipkan
semua dokumen proyek.
· Membuat
laporan keuangan priodik (2 minggu sekali).
· Membuat
laporan pemasukan uang dan kas lain – lain (penjualan dan bekas, pendapatan
lain – lain).
· Membuat
dan melengkapi bukti – bukti pembayaran dan tanda pembayaran.
2.3.1
Logistik
/ Pengadaan Bahan & Alat.
a. Umum
:
· Survey
harga satuan bahan / material dari lokasi untuk bahan tambahan
· Survey
harga satuan bahan / material dan alat – alat dari toko – toko / suplier.
· Pengadaan
/ pembelian bahan dari toko / suplier serta bahan tambang.
· Pengadaan
material alat untuk sample serta harga satuan alamat toko, pabrik, tambang dll.
· Bertanggung
jawab atas mutu / kualitas bahan serta alat yang dipakai.
· Bertanggung
jawab atas harga satuan bahan dan alat yang disewa.
2.3.2
Pergudangan
a. Umum
:
· Menerima
bahan – bahan kebutuhan proyek .
· Penerima
alat – alat.
· Menyimpan
dan mengatur bahan dalam gudang secara tertib.
· Menyimpan
dan mengatur bahan lapangan.
· Mengeluarkan
bahan dari gudang sesuai permintaan bahan dari pemborong yang telah disetujui
oleh site manager sesui jenis bahan, jumlah bahan dan lokasi pekerjaan secara
tetap.
· Bertanggung
jawab atas mutu / kualitas bahan yang diterima, jumlah serta merk / jenisnya.
· Bertanggung
jawab atas penyimpanan bahan / material, alat didalam dan diluar gudang atas
kerusakan – kerusakan akibat faktor cuaca dan faktor lain.
· Pemeliharaan
alat – alat bantu.
2.3.3
Koordinator
keselamatan
Koordinator
keselamatan berwenang atas mengkoordinasikan dan melaporkan semua masalah keselamatan
diproyek.
Adapun tugas – tugas
koordinator keselamatan antara lain :
· Memantapkan,
mengkoordinasikan dan mempertahankan standar sistem keselamatan, kebersihan dan
kesehatan (K3). Sesuai prosedur dalam pedoman mutu proyek.
· Meyakinkan
bahwa pengawasan dan pelaksanaan dilapangan agar berpartisipasi dalam
menerapkan persyaratan keselamatan dari hari – kehari.
· Memantau
dan membuat laporan secara berkala tentang status statistik keselamatan,
masalah dan penyelesaiaan masalah tersebut.
2.3.1
Scurity
· Mengatur
dan mengurus keluar masuk material, alat dan tamu.
· Pendataan
personil mandor dan pekerja.
· Membuat
laporan harian mengenai kegiatan keamanan kejadian proyek, cuaca.
· Atur
keamanan didalam dan dilingkungan sekitar proyek.
· Sebagai
intepreter / juru bahasa antara PM dengan staff bidang operasional dan lain –
lain.
2.3.2
Safety
· Evaluasi
dan monitor keselamatan kerja proyek terhadap pekerja / staff, sistem
pengamanan pasilitas dan alat pengaman.
· Melaksanakan
safety work berkala tiap minggu.
· Evaluasi
dan monitoring kebersihan site.
BAB
III
METODE
PELAKSANAAN KONSTRUKSI
3.1
Fasilitas
Penunjang Pekerjaan
Sebelum
memasuki masa pelaksanaan pekerjaan konstruksi, terlebih dahulu dipersiapkan
unsur – unsur yang dapat menunjang kegiatan dimasa pelaksanaan. Unsur – unsur
tersebut dapat berupa data – data pengukuran / perencanaan, fasilitas kerja,
peralatan kerja dan lain – lain. Pengadaan unsur penunjang ini diharapkan dapat
mempermudah dan mempercepat mekanisme kerja proyek demi mendapatkan suatu hasil
pekerjaa yang optimal.
Dalam
suatu pekerjaan proyek besar seperti pembangunan GTU Izzara Apartement ini,
pengadaan unsur – unsur penunjang ini dapat terlihat dengan jelas, seperti
penyediaan sarana utama antara lain sebagai berikut :
3.1.1
Penyediaan
fasilitas kerja yang terdiri dari :
· Pembuatan
pagar proyek.
· Pembangunan
kantor proyek.
· Pembangunan
bedeng untuk pekerja.
· Pembuatan
gudang material.
· Penyediaan
area stock material.
· Penyediaan
instalasi listrik dan air.
· Penyediaan
penerangan untuk pekerja.
· Pembuatan
pos keamanan.
· Pembuatan
master point (titik kumpul aman).
· Pembuatan
tempat ibadah (mushola).
· Dan
lain – lain.
3.1.2
Peralatan
kerja :
· Penempatan
tower crane.
· Penempatan
PH (alimax).
· Penempatan
genset.
· Penempatan
pompa air.
· Penempatan
bar cutter.
3.1.1
Data
pengukuran dan shop drawing
Dalam
melaksanakan suatu pekerjaan, para pelaksana dilapangan harus mengacu dari data
– data perencanaan yang dibuat oleh engineering (bersama staffnya).
Berikut ini macam –
macam pelaksanaan pekerjaan pengukuran shop drawing :
· Pengukuran
situasi, elevasi dari permukaan tanah terhadap banagunan rencana, titik penting
penempatan kontruksi dan lain –lain.
· Shop
Drawing rencana tapak, GSJ, GSB, koordinat bangunan, elevasi bangunan dan lain
– lain
· Shop
Drawing pekerjaan struktur.
· Shop
Drawing sparing mechanical dan electrical terhadap pekerjaan stuktur.
3.1
Jadwal
Waktu Pelaksanaan
Pelaksanaan pembangunan proyek Izzara Apartemen ini
direncnakan diperlukan 20 bulan ditambah perawatan selama 6 bulan, dimulai pada
tanggal 15 Oktober 2013 dan diperkirakan selesai pada tanggal 15 Juni 2015. Berdasarkan
hal tersebut, maka diperlukan suatu sistem manajemen yang berfungsi untuk
mengelola tahap – tahap proses pembangunan. Sehingga tahap – tahap tersebut
dapat berinteraksi aktif dan dapat memainkan perannya masing – masing secara
baik dengan koordinasi yang baik pula. Dengan harapan sasaran pekerjaan proyek
dapat dicapai sesuai rencana dan tepat pada waktunya.
Time Schedule dibutuhkan untuk mengendalikan
tahap – tahap proses pembangunan tersebut. Time schedule adalah urutan dari
pekerjaan yang akan yang dilakukan sehingga dapat diperoleh hasil yang optimal
sesuai dengan yang diharapkan. Time schedule ini disusun oleh kontraktor dan
disetujui konsultan pengawas.
· Sebagai
pedoman bagi kontraktor dalam melaksanakan pekerjaan.
· Sebagai
dasar dalam pembuatan berita acara kemajuan pekerjaan .
· Sebagai
alat kontrol bagi pengawas lapangan menilai prestasi pekerjaan.
Hal
– hal yang diketahui penyusunan Time Schedule
adalah sebagai berikut :
Ø Situasi
dan kondisi, hal ini untuk mempermudah perkiraan dari penyediaan bahan, tenaga
kerja dan peralatan yang diperlukan.
Ø Macam
dan volume pekerjaan, untuk memperkirakan waktu pelaksanaan pembangunan, tenaga
kerja dan alat yang dibutuhkan.
Ø Jumlah,
kapasitas dan kualitas sumber daya yang dimiliki. Yang dimaksud sumber daya
adalah tenaga manusia, peralatan kerja mesin maupun yang manual serta material.
Ø Keadaan
cuaca, cuaca dapat sangat mempengaruhi pekerjaan lapangan seperti hujan yang
menghambat pekerjaan tanah, pembersihan lapangan pengecoran.
Ø Hari
libur atau hari tertentu dimana tidak bisa dilakukan.
Ø Jumlah
jam kerja perhari
Ø Batas
waktu yang ditentukan oleh owner.
Untuk menyusun Time Schedule diperlukan
pengalaman karena data – data diatas umumnya diambil dari data pekerjaan yang
telah ada dan dimodifikasi sesuai dengan yang dibutuhkan. adapun Time Schedule
yang dipakai pada proyek ini adalah :
3.2.1
Bar
Chart dan S Curve
Bar Chart ini adalah diagram yang menggambarkan
berbagi pekerjaan yang dapat diselesaikan dalam satuan waktu tertentu. Dalam
suatu proyek Bar Chart diuraikan menjadi bermacam – macam pekerjaan, kemudian
diperkirakan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan masing – masing
pekerjaan tersebut. Lamanya waktu pengerjaan ini diperkirakan dari data yang
ada dapat dibuatsecara paralel tanpa mengabaikan cashflow dari biaya.
Umum Bar chart dilengkapi dengan S Curve,
yaitu perbandingan antara lamanya suatu pekerjaan dengan bobotnya. Dimana suatu
pekerjaan dirumuskan sebagai berikut:
Biaya suatu pekerjaan
Bobot
pekerjaan = ------------------------------- X
100 %
Biaya total proyek
Bobot pekerjaan ini dibagi menjadi beberapa
satuan waktu, misalnya dalam proyek ini adalah mingguan. Jumlah bobot pekerjaan
ini kemudian diplot dengan menggabungkan titik – titiknya secara akumulatif
lalu akan diperoleh S Curve. Gunanya S Curve sebagai
pembanding antara prestasi kerja dalam perencanaan
dengan prestasi kerja realisasi. Dari perbandingan keduanya diperoleh
kemungkinan – kemungkinan sebagai beriut:
· S
Curve aktual berada dibawah S Curve rencana, berrati pekerjaan mengalami
hambatan.
· S
Curve aktual berhimpit dengan S Curve rencana, berarti pelaksanaan pekerjaan
sesuai dengan rencana.
· S
Curve aktual berada di atas S Curve rencana, berarti pelaksanaan pekerjaan
lebih cepat dari waktu yang direncanakan.
Manfaat
S Curve adalah sebagai berikut:
· Untuk
mengontrol pelaksanaan pekerjaan setiap saat sehingga waktu pelaksanaan dapat
diusahakan tepat sesuai rencana.
· Untuk
mempermudah dalam pengawasan, sehingga dapat dinilai dengan mudah apakah
pekerjaan sesuai dengan jadwal atau tidak.
· Sebagai
bahan evaluasi prestasi kerja kontraktor.
Dari S Curve dapat dilihat intesitas
pekerjaan, dimana kemiringan kurva yang curam menunjukan bahwa intesitas
pekerjaan tersebut tinggi.(pekerjaan besar), dan kemiringan kurva yang landai
menunjukan bahwa pekerjaan pada saat itu tidak terlalu besar (banayak).
3.2.1
Network
Planning
Network
planning adalah diagram yang menunjukan berbagai pekerjaan yang dapat
diselesaikan dalam satuan waktu tertentu. Dalam suatu proyek network planning
diuraikan menjadi bermacam – macam pekerjaan, kemudian diperkirakan waktu yang dibutuhkan untuk menelesaikan
masing – masing pekerjaan tersebut. Lamanaya waktu pengerjaan ini diperkirakan
dari data yang ada dan dibuat secara paralel tanpa mengabaikan cashflow dari
biaya.
Kegunaan
dari Network Planing adalah :
· Sebagai
alat bantu dalam mengontrol pekerjaan .
· Untuk
memberi informasi acuan dalam pengawasan kegiatan jalur kritis.
· Menguraikan
secara detail seluruh aktifitasproyek, sehingga memungkinkan pengendalian
kegiatan sedetail mungkin.
Urutan
pekerjaan untuk menyusun network planning tersebut adalah sebagai berikut :
· Menguraikan
proyek dalam beberapa aktifitas pekejaan yang akan dilakukan.
· Menyusun
aktifitas – aktifitas pekerjaan tersebut dalam urutan waktu yang logis,
sehingga terdapat suatu hubungan ketergantungan dari setiap aktifitas.
· Menyusun
aktifitas – aktifitas dalam network.
· Menentukan
EET (Earlist Event Time) dan LET (Late Event Time). EET merupakan waktu yang
palimg cepat dalam pengerjaan proyek, LET merupakan jalur yang memeberikan
waktu yang paling lama dalam menyelesaikan proyek.
· Menentukan
rentetan kegiatan yang tidak boleh terlambat dalam pelaksanaannya (jalur
krisis). Keterlambatan yang terjadi pada salah satu kegiatan yang termasuk
jalur kritis.
· Menghitung
total waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek, atau durasi total dari
total proyek.
3.1
Rencana
Pengadaan Sumber Daya
3.3.1
Tenaga
Kerja
Tenaga kerja merupakan sumber daya pokok yang sangat
berpengaruh dalam keberhasilan suatu proyek. Oleh sebab itu untuk memperoleh
hasil yang memuaskan sangat diperlukan tenaga ketja yang terampil dan mempunyai
pengalaman yang luas dalam bidangnya masing – masing.
Untuk mengetahui beberapa banyak tenaga
kerja yang dibutuhkan, terlebih dahulu dilakukan penghitungan volume waktu yang
direncanakan dari masing – masing pekerjaan yang terdapat dalam proyek, yang
kemudian hasil penghitungan tersebut dimasukan dalam daftar jenis dan volume
pekerjaan. Dari daftar tersebut dapat diperkirakan (berdasarkan pengalaman)
jumlah tenaga kerja yang diperlukan. Selain itu dari daftar tadi juga dapat
diperkirakan jumlah material dan peralatan yang diperlukan.
Tenaga
kerja pada proyek ini dibagi menjadi 3 (tiga) bagian,yaitu:
· Tenaga
ahli.
· Tenaga
menengah.
· Tenaga
tukang.
a. Tenaga
Ahli
Tenaga
ahli atau biasa disebut staff ahli adalah tenaga – tenaga yang berpendidikan
dan berpengalaman dalam bidang kontruksi, arsitektur atau management. Tugasnya
yaitu mengkoordinasi pekerjaan, mengusulkan gambar revisi (bila perlu) dan
mengatasi masalah yang terjadi dalam pekerjaan berlangsung, yang termasuk dalam
kelompok ini ditunjuk langsung dari kantor pusat, diantaranya yaitu pimpinan
proyek, pimpinan pelaksana, site manager.
b. Tenaga
menengah
Yang
termasuk tenaga menengah yaitu bagian adminitrasi dan bagian teknik. Bagian
administrasi terdiri dari bidang administrasi, keuangan dan bagian umum.
Bertugas antara lain : mengatur dan menyelesaikan urusan adminnistrasi proyek, seperti
surat menyurat, pembayaran upah dan hal – hal yang berhubungan dengan masalah
keuangan.
Bagian
teknik terdiri dari kepala bagian pelaksana, staf engineer, mekanikal dan
elektranikal serta perlengkapan. Bertugas antara lain : mengontrol hasil
pekerjaan proyek, melakukan pengukuran, membuat gambar kerja dan lain – lain.
Yang termasuk dalam tenaga kerja bagian ini minimal berpendidikan SLTA atau
STM.
c. Tenaga
tukang
Tenaga
tukang merupakan bagian terbesar dari seluruh pekerjaan proyek. Tenaga tukang
ini meliputi : tukang besi, tukang batu, tukang cor dan lain – lain. Tenaga
tukang ini merupakan tenaga yang berpendidikan rendah, dimana ketrampilanya
diperoleh dari pengalaman. Kebutuhan tenaga tukang ini dapat ditambah atau
dikurangi sesuai dengan volume pekerjaan.
3.3.1
Material
Dalam
pengadaan bahan baku bangunan, kontraktor menyesuaikan dengan jadwal kapan pekerjaan
yang mempergunakan suatu bahan tersebut dilaksanakan. Hal ini untuk
mengantisipasi tertundanya suatu pekerjaan dan penimbunan bahan bangunan dalam
jumlah yang besar. Penimbunan bahan bangunan yang kurang kurang terkontrol akan
mengakibatkan kerusakan – kerusakan pada bahan tersebut dan akan menyita area /
ruang gerak jika penimbunan itu cukup lama. Untuk mendapatkan bangunan yang
berkualitas baik, maka bahan – bahan bangunan harus memiliki syarat – syarat
dan peraturan – peraturan yang sudah ditetapkan.
Berdasarkan
hal tersebut, pihak kontraktor diwajibkan mengajukan contoh bahan yang dipesan
kepada pihak konsultan pengawas untuk diperiksa apakah bahan – bahan tersebut
sesuai dengan syarat – syarat teknis yang tercantum dalam besteek. Apabila
bahan tersebut tidak sesuai dengan syarat – syarat teknis, maka bahan tidak
bisa diterima untuk dipakai diproyek.
Berikut ini adalah
bahan / material yang dipakai dalam pembangunan suatu proyek yaitu :
1) Portland
Cement (Semen)
Semen portland merupakan material yang
berbentuk bubuk yang sangat halus, berwarna abu-abu yang terdiri dari kalsium
dan alumunium silikat. Bahan mentah utama untuk membuat semen portland adalah
batu kapur yang mengandung CaO dan tanah liat atau endapan batu yang terdiri
dari SiO2 dan A2O3. Material ini digiling, diaduk, dilebur hingga menjadi
butiran di dalam sebuah tanur, didinginkan, dan kemudian digiling hingga
mencapai kehalusan sesuai dengan yang dibutuhkan.
Semua semen portland yang digunakan pada
pelaksanaan pekerjaan dilapangan harus semen portland yang memenuhi standard
internasional dan memenuhi persyaratan portland cement type 1 yang ditentukan
dalam SNI–03–2847–2002 tentang tata cara perhitungan struktur beton untuk
bangunan gedung. Pada proyek ini menggunakan semen produk Indocement.
Semen sebagai material yang mempunyai
sifat-sifat adhesif dan kohesif yang diperlukan untuk mengikat agregat-agregat
menjadi suatu massa yang padat dan mempunyai kekuatan yang cukup.
Semen membutuhkan air untuk membantu proses
kimiawi (hidrasi), dimana pada proses tersebut bubuk semen akan mengeras
menjadi suatu massa yang padat dan keras. Sebelum semen dituang air, pastikan
campuran antara semen dengan pasir atau batu kerikil tercampur secara merata
terlebih dahulu.
Hal-hal
yang perlu diperhatikan dalam penyimpanan persediaan semen :
· Sebelum diangkut ke lapangan untuk digunakan,
semen harus dijaga agar tidak lembab.
· Dalam pengangkutan semen harus terlindung dari
hujan.
· Sak (kantong) asli dari pabriknya dalam
keadaan tertutup rapat.
· Tinggi tumpukan maksimum tidak lebih dari 2 m
atau maksimal 10 sak. Hal ini untuk menghindari rusaknya semen yang berada pada
tumpukan yang paling bawah akibat beban yang berat dalam waktu yang cukup lama
sebelum digunakan sebagai bahan bangunan.
· Karena penimbunan semen dalam waktu yang lama
juga akan mempengaruhi mutu semen, maka diperlukan adanya pengaturan penggunaan
semen secara teliti. Sehingga dalam hal ini semen lama harus dipergunakan
terlebih dahulu.
1) Agregat
Dalam
penggunaaan agregat harus digunakan agregat yang bersih, kuat dan sesuai dengan
karakteristik yang ditentukan.
Adapun agregat tersebut
dapat dibagi menjadi dua yaitu :
a) Agregat
halus (pasir)
Agregat halus dalam hal ini adalah pasir.
Pasir digunakan untuk pekerjaan non struktural dan struktural. Dalam
pelaksanaan pekerjaan proyek pasir digunakan untuk pembuatan lantai kerja,
perkuatan dinding tanah, pembuatan beton decking, bahan repairing beton, dan
bahan campuran beton.
Untuk setiap pemasukan pasir ke proyek harus selalu diperiksa oleh
logistik, biasanya pemeriksaan ini dilakukan secara visual yaitu dengan cara
diraba dan dilihat kenampakannya dari pasir tersebut sehingga dapat diketahui
tingkat ketajaman dan kekasaran butir dari pasir tersebut dan sesuai dengan
spek yang telah direncanakan. Penyimpanan pasir harus diletakkan di tempat yang
bersih dari kotoran seperti dedaunan, ranting pohon, lumpur, dan sampah-sampah
kecil lainnya sehingga dapat menjamin kadar air pasir yang merata. Jika agregat
terlalu basah (misalnya kena hujan), maka takaran air sewaktu mencampur dengan
material lainnya boleh dikurangi.
b) Agregat
Kasar (Krikil dan Batu Pecah)
Agregat kasar pada umumnya digunakan pada pekerjaan pengecoran misalnya seperti pembuatan kolom, balok dan plat dengan ukuran butiran lebih besar dari 5 mm. Agregat kasar yang digunakan dapat berupa kerikil sebagai disintegrasi alam atau berupa batu pecah yang diperoleh dari pemecahan batu. Agregat tersebut telah harus memenuhi persyaratan dalam PBI 1971 dan mempunyai susunan gradasi yang
baik, cukup syarat kekerasannya dan kepadatannya, serta bersih dan
bebas dari kandungan lumpur.
Setiap agregat yang masuk proyek sebelum digunakan biasanya juga
dilakukan pemeriksaan dahulu oleh logistik, dimana pemeriksaan yang dilakukan
biasanya adalah pemeriksaan visual, yaitu pemeriksaan dari agregat kasar
tersebut sehingga dapat diketahui tingkat ketajaman dan kekerasan butirannya.
Untuk mencegah perbedaan kadar air yang besar, agregat yang dibasahi sebelumnya
diperbolehkan berada di tempat penyimpanan sampai minimum 12 jam sebelum
digunakan. Ada kalanya adukan beton dibuat di lapangan untuk
pekerjaan-pekerjaan non-struktural
1) Air
Air
yang digunakan untuk pembuatan adukan beton dipakai dari instalasi PAM. Secara
garis besar air yang digunakan. Dalam pekerjaan dan perawatan beton harus
bersih dan bebas dari subtansi – subtansi yang dapat merusak kualitas beton
rencana, dan juga dalam penggunaan air ini harus di test dan direcomendasikan
oleh institut yang independen.
2) Beton
Ready Mix
Beton
ready mix yang digunakan disupplay oleh PT. Indocement dengan lokasi beching
Plan menjadi satu area dengan lokasi proyek. Peraturan yang digunakan mengacu
pada ACI 304 – 73, ACI komite 304 dan ASTM C94 – 78a.
Campuran beton harus di design
secara professional dan dilakukan test laboratorium untuk mengontrol kualitas
beton. Dalam penambahan admixsture pada plan harus sesuai dengan instruksi yang
telah ditetapkan. Tidak boleh dilakukan penambahan air pada saat transit beton.
Penambahan air untuk meningkatkan slump atau alasan lainnya, hanya diizinkan
dengan persetujuan terlebih dahulu dari direksi pengawas dan dibawah pengawasan
engineer.
3.3.1
Peralatan
Kerja
Peralatan
kerja mutlak diperlukan proyek, yang tujuannya untuk mempermudah mekanisme
pekerjaan dilapangan, yang berhubungan dengan biaya, mutu pekerjaan dan waktu
yang diperlukan. Peralatan ini ada yang digerakan dengan mesin, dana ada pula
yang bekerja secara manual.
Pengunaan
peralatan kerja ini dipilih sedemikian
rupa sehingga hasil pekerjaan nantinya mencapai hasil yang diharapkan, memenuhu
persyaratan serta aman bagi yang menggunakan.
Adapun jenis peralatan
yang digunakan dalam proyek ini yaitu :
a. Peralatan
Ringan
1) Theodolith
Theodolith
digunakan dalam pekerjaan pengukuran, seperti untuk menentukan latar AS
bangunan, AS kolom, membuat sudut, mengukur peil (level), membantu mengukur
ketebalan plat lantai dalam pelaksanaan pengecoran dan lain – lain.
1) Waterpass
Waterpass
adalah alat yang dipergunakan untuk mendukung pekerjaan pengukuran sepeti
membantu untuk menentukan tegak lurusnya kolom dan lain – lain.
1) Alat
Penerangan (Lampu Sorot)
Lampu
sorot digunakan untuk menerangi lapangan pada saat melakukan pekerjaan malam
hari seperti pekerjaan pengecoran.
1) Compressor
Compressor
digunakan untuk membersihkan lapangan yang akan dicor dari kotoran kecil
seperti serbuk gergaji, potongan – potongan kayu, tanah kering / debu dan lain
– lainnya yang dapat menurunkan mutu dari kekuatan beton.
1) Bar
Cutter
Bar
cutter digunakan untuk memotong besi tulangan sesuai dengan gambar perencanaan.
1) Bar
Bender
Bar
bender digunakan untuk membengkokan besi tulangan sesuai dengan gambar
perencanaan. Bar cutter dan bar bender biasanya ditempatkan berdampingan
sehingga pekerjaan lebih efisien.
1) Vibrator
Vibrator
digunakan sebagai alat penggetar untuk memadatkan adukan beton pada saat
pengecoran sehingga dicapai permukaan yang luas dalam bekisting dan mencegah terjadinya
rongga – rongga serta sarang – sarang krikil yang dapat menyebabkan beton
menjadi kropos dan mengurangi kekuatan dari beton.
1) Bucket
Bucket digunakan untuk menampung
dan memindahkan adukan beton dari truk mixer ke lokasi yang akan dicor, bucket
ini diangkat dengan tower crane sehingga sampai kelokasi pengecoran.
1) Molen
Molen
digunakan untuk mengadukan beton dengan skala kecil seperti adukan untuk lantai
kerja pada pile cap, floor hardener dan lain – lain.
1) Pompa
Air
Pompa
air digunakan untuk memindahkan air tanah dari galian tanah (pada pekerjaan
basement ke saluran kota, sehingga pekerjaan tersebut selesai menurut rencana).
1) Peralatan
Kecil
· Mesin
serut kayu.
· Mesin
pemotong baja.
· Gergaji.
· Bor
listrik.
· Palu.
· Tang.
· Dll.
a. Peralatan
Berat
a) Tower
Crane
Tower
crane adalah alat transportasi dalam proyek – proyek besar yang berfungsi
memindahkan material – material yang berat dari satu tempat ke tempat yang
lain. Penggunaan alat ini sangat penting karena dalam pengangkutan bahan –
bahan material yang jauh dan tinggi sangat tergatung pada alat ini, seperti
pengangkutan besi untuk tulangan, multiplex untuk bekisting dan lain – lain.
Tower crane pada proyek ini digerakan dengan menggunakan tenaga listrik dari
genset.

· Bagian
atas yang terdiri dari :
Ø Lengan
tower carne yang tersusun dari rangka baja dan dapat diputar 360° pada
porosnya.
Ø Kabin
tempat operator yang bertugas mengoprasikan tower crane tersebut.
Ø Praying
gear adalah poros perputaran yang merupakan bagian pemisah antara badan statis
dengan lengan tower crane yang berputar.
· Bagian
bawah yang terdiri dari :
Ø Max
section adalah rangka – rangka dari menara yang dapat disambung sampai
ketinggian yang diinginkan.
Ø Jack
adalah bagian yang dapat menaikan atas tower crane supaya sistem dapat
dilaksanakan.
a) Genset
Genset
digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik pada proyek ini, genset ini memakai
bahan bakar solat dan kapasitas daya listrik yang dihasilkan adalah 160 KVA
untuk pengoprasian proyek dan 20 KVA untuk mesin las.

a) Excavator
Excavator
digunakan untuk penggalian tanah dan memindahkan galian tanah tersebut ke truck
pengangkut tanah. Excavator pada proyek sangat terbatas dalam penggunaannya
karena kondisi area atau ruang gerak yang begitu terbatas.
a) Truck
Mixer
Truck
mixer merupakan alat transportasi adukan beton dari tempat produksi beton ke
proyek. Molen dari truck ini harus tetap berputar untuk menjaga keutuhan dari
adukan beton tersebut. Kapasitas molen dari truck mixer ini 5 – 7 m³.
a) Concrete
Pump
Concrete
pump adalah alat pemompa beton dari truck mixer ke lokasi pengecoran. Concrete
pump ini dilengkapi dengan pipa baja yang disambung – sambung dan sanggup
memompa adukan beton sampai sejauh 100 meter secara horizontal dan 25 meter
secara vertikal.
Gambar
3.15
Concrete Pump
a) Dump
Truck
Dump truck adalah sebuah truck yang
mempunyai bak material yang dapat dimiringkan untuk menurunkan material hanya
dengan memiringkan bak materialnya sehingga muatannya akan dapat meluncur
kebawah. Untuk memiringkan bak digunakan pompa hidrolis. Sebagai alat
pengangkut, dump truck banyak kegunaannya antara lain untuk mengangkut tanah,
pasir, krikil, sampah dan yang lainnya.
Dalam pengoprasian alat – alat yang
dijelaskan diatas, tentu dilakukan oleh orang – orang yang berpengalaman dalam
menangani alat – alat tersebut, dimana mereka sudah mengetahui spesifikasi
teknis cara pemakaiaan alat yang bersangkutan. Hal ini untuk menjamin kondisi
dari peralatan agar tetap prima.
3.4
Kesehatan Keselamatan Kerja (K3)
Penerapan
K3 di proyek sangat perlu diperhatikan dalam pekerjaan konstruksi. Pelaksana
konstruksi harus mengetahui dan menerapkan prinsip – prinsip kerja sesuai
ketentuan K3 di lingkungan proyek.
3.4.1 Kelengkapan Administrasi K3
Setiap
pelaksanaan pekerjaan konstruksi wajib memenuhi kelengkapan administrasi K3,
meliputi :
a. Pendaftaran
proyek ke departemen tenaga kerja setempat.
b. Pendaftaran
dan pembayaran asuransi tenaga kerja (Astek).
c. Pendaftaran
dan pembayaran asuransi lainnya, bila disyaratkan proyek.
d. Ijin
dari kontraktor kimpraswil tentang penggunaan jalan atau jembatan yang menuju
lokasi untuk lalu lintas alat berat.
e. Keterangan
lain pakai untuk alat berat maupun ringan dari instansi yang berwenang
memberikan rekomendasi.
f. Pemberitahuan
kepada pemerintah atau lingkungan setempat.
3.4.2 Penyusunan Safety Plan
Safety
pla adalah rencana pelaksanaan K3 untuk proyek yang bertujuan agar dalam
pelaksanaan nanti proyek akan aman dari kecelakaan dan bahaya penyakit sehingga
menghasilkan produktivitas kerja yang tinggi. Safety Plan berisi antara lain :
a. Gambar
proyek dan pokok perhatian untuk kegiatan K3.
b. Resiko
kecelakaan dan pencegahannya.
c. Tatacara
pengoprasian alat.
d. Alan
instansi terkait.
3.4.3 Pelaksanaan Kegiatan K3 di
Lapangan
Pelaksanaan
kegiatan K3 dilapangan meliputi :
a. Kegiatan
K3 dilpangan berupa pelaksanaan saftey plan, melalui kerja sama denagan instasi
yang terkait, yaitu depnaker, polisi dan rumah sakit.
b. Pengawasan
pelaksanaan K3.meliputi kegiatan.
- Safety
Patrol, yaitu suatu tim K3 yang terdiri dari 2 atau 3 oarang yang melaksanakan
patroli untuk mencatat hal – hal yang tidak sesuai ketentuan K3 dan yang
memiliki resiko kecelakaan.
- Safety
Supervisor, adalah petugas yang ditunjuk manager proyek untuk mengadakan
pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan dilihat dari segi K3.
- Safety
meeting, yaitu rapat dalam proyek yang membahas hasil laporan safety patrol
maupun safety supervisor.
a. Pelaporan
dan penanganan kecelakaan, terdiri dari :
- Pelaporan
dan penanganan kecelakaan ringan.
- Pelaporan
dan penanganan kecelakaan berat.
- Pelaporan
dan penanganan kecelakaan dengan korban meninggal.
- Pelaporan
dan penanganan kecelakaan peralatan berat.
3.4.4 Perlengkapan dan Peralatan K3
Perlengkapan
dan peralatan program K3 yang meliputi :
a.
Promoso program K3 terdiri dari :
- Pemasangan
bendera K3, bendera RI, bendera perusahaan.
- Pemasangan
sign-board K3 yang berisi antara lain slogan – slogan yang memperingatkan
perlunya bekerja dengan selamat.
b. Sarana
peralatan yang melekat pada orang atau disebut perlengkapan pelindung diri
(personal protective equipment), diantaranya :
- Pelindung
mata dan wajah.
- Pelindung
pendengaran.
- Pelindung
kepala.
- Pelindung
kaki.
- Pelindung
tangan.
- Pelindung
bahaya jatuh.
c. Sarana
peralatan lingkungan berupa :
- Tabung
pemadam kebakaran.
- Pagar
pengamanan.
- Penangkal
petir darurat.
- Pemeliharaan
jalan kerja dan jembatan kerja.
- Jaring
pengaman pada bangunan tinggi.
- Pagar
pengaman pada tangga darurat.
- Peralatan
P3K.
- Rambu
– rambu peringatan antara lain :
- Peringatan
bahaya dari atas.
- Peringatan
bahaya benturan kepala.
- Peringatan
bahaya longsor.
- Peringatan
bahaya api.
- Peringatan
tersengat listrik.
- Penunjuk
ketinggian (untuk bangunan yang lebih dari 2 lantai).
- Penunjuk
jalur instalasi listrik kerja sementara.
- Larangan
memasuki area tertentu.
- Petunjuk
untuk melapor (keluar masuk proyek).
- Peringatan
untuk memakai alat pengaman kerja.
- Peringatan
ada alat / mesin (untuk lokasi tertentu).
Bersambung ke Part. 2 .....