Senin, 31 Agustus 2020

PERCOBAAN SONDIR

 PERCOBAAN A.1

SONDIR

 

I.                   Maksud dan Tujuan

Untuk mengetahui nilai kekuatan daya dukung lapisan tanah

·        Daya dukung tanah (qc)

·        Lekatan (f)

·        Jumlah hambatan (Tf)

·        Meneliti jenis tanah berdasarkan diameter butir tanah (f/qc)

 

II.                Alat-alat yang digunakan

·        Alat sondir kapasitas 2,5 ton dengan 2 buah manometer yang berkapasitas 60 & 250 kg/cm2.

·        Conus ganda (biconus)

·        Stang sondir (luar & dalam)

·        Besi kanal pengunci (2 panjang & 2 pendek)

·        Kunci T dan stang pemutar jangkar

·        Waterpass

·        Kunci pipa

·        Balok kayu

·        Kunci inggris

·        Oli

·        Alat pencatat

·        Meteran




LANGKAH KERJA

  1. Persiapan peralatan dan kondisi alat-alat.
  2. Membersihkan dan meratakan permukaan tanah yang akan diuji.
  3. Memasang 2 buah jangkar menggunakan kunci T dengan jara 1 m.
  4. Meletakan 2 buah balok kayu dengan posisi menyilang di sisi dalam jangkar.
  5. Meletakan alat sondir menyilang di atas balok kayu.
  6. Meletakan 2 batang besi kanal panjang menyilang diatas kaki sondir, kemudian diletakan 2 batang besi kanal pendek untuk memasukan 2 baut jangkar.
  7. Kencangkan baut jangkar, lalu kontrol tiang sondir ke posisi vertikal dengan menggunakan waterpass.
  8. Periksa gerakan biconus, bila kurang lancar maka beri pelumas.
  9. Periksa biconus pada stang, kencangkan, kemudian masukan ke dalam sondir pada posisi vertikal.
  10. Tandai pada tiang sondir sebagai tanda kedalaman setiap 20 cm.
  11. Tekan stang luar di kedalaman 20 cm pertama sampai stang dalam keluar 10 cm.
  12. Tekan stang dalam kemudian baca manometer, gerakan pertama adalah untuk membaca nilai qc sedangkan gerakan kedua adalah untuk membaca nilai qt.
  13. Penyambungan setang sondir dilakukan sampai setiap pembenaman sedalam 1 m.
  14. Pembacaan berhenti pada tanah keras di kedalaman 16 m, atau sampai pada kedalaman stang sondir maksimum.
  15. Tarik kembali stang sondir lalu rapikan peralatan dan lokasi pengujian agar rapi seperti sediakala.
  16. Buat laporan mengenai hasil pengujian. 




PEMBAHASAN

     Dari analisa perhitungan uji sondir didapat 4 buah grafik yaitu :

    1. Grafik Hubungan antara qc dan tf terhadap kedalaman.

·        Nilai qc pada permukaan di di kedalaman 0 – 2,2 m tergolong kecil karena pada grafik didapat qc = 0-16 kg/cm². Pada kedalaman 2,2 – 7,4 m nilai qc sedikit membesar hampir konstan. Namun pada kedalaman 7,4 – 8,4 m cenderung menurun dengan rata-rata 18 kg/cm². Namun kembali naik secaca konstan sampai pada kedalaman 15,6 m. Pada kedalaman 15,8 m mulai mengalami kenaikan secara signifikan hingga menemui lapisan tanah keras di kedalaman 16,2 m.

·        Pada grafik tf dibuat garis linier. Sudut α1 yang dikedalaman 0 – 3 m terlihat lebih besar karena peningkatan tf tergolong kecil. Sedangkan kedalaman berikutnya naik secara konstan sampai kedalaman 7 m. Peningkatan tf  berkurang beberapa saat kemudian naik signifikan hingga akhirnya berhenti di lapisan tanah keras. Maka disimpulkan bahwa semakin besar sudut α maka nilai peningkatan tf lebih kecil.

·        Grafik hubungan antara qc dan tf teerhadap kedalaman berfungsi untuk mengetahui besarnya daya dukung tanah untuk pondasi dalam dari perlawanan tanah terhadap ujung tiang.

·        Lapisan tanah keras didapat pada kedalaman 16,2 m dengan nilai qc = 200 kg/cm².


1.        Grafik lekatan (f) dan grafik local friction (lf) pada dasarnya mempunyai nilai sebanding, bedanya nilai lf pada grafik dikalikan dengan nilai h, dari grafik dapat dilihat bahwa nilai lekatan pada kedalaman 0 – 6 m bergerak naikdan menurun hingga kedalaman 8 m. Grafik terlihat naik turun hingga kedalaman 16 m. Grafik lekatan (f) berfungsi untuk mengetahui besar lekatan pada tanah.

2.        Grafik ratio (f/qc) terhadap kedalaman, dapat dilihat bahwa pada permukaan ratio terlalu besar dan tidak sesuai dengan rujukan klasifikasi tanah, maka tidak bias mencerminkan jenis tanah. Selain itu grafik ratio (f/qc) berfungsi untuk mengetahui jenis tanah berdasarkan diameter dan butir tanah. Pada grafik ratio (f/qc) terdapat banyak hasil perhitungan yang terlalu besar sehingga data-data yang terlalu besar dapat diabaikan. Data yang diabaikan jika f/qc ≥10%.

 

Kelebihan dan kekurangan Sondir

·           kelebihan yaitu :

sondir merupakan alat yang sederhana, praktis, cepat, murah, menghasilkan data yang akurat dan detail. Sondir sangat cocok untuk tanah di Indonesia karena kondisi tanah di Indonesia sebagian besar berupa lempung lanauan.

·          kekurangannya adalah :

tidak dapat diperoleh sampel, untuk uji laboratorium maupun untuk klasifikasi visual, dan tidak dapat menembus lapisan batuan. Untuk daerah-daerah tertentu dimana lapisan tanah berupa pasir maka alat ini kurang representatif dan tidak dapat menembus lensa gravel/pasir yang cukup tebal dan padat, sehingga bila
dibawah lensa pasir terdapat tanah lunak maka sulit untuk terdeteksi. Pada 


tanah pasir pengaruh tekanan air pori selama penetrasi pada kecepatan penetrasi yang normal sangat kecil dan diabaikan, sehingga hasil sondir dalam keadaan fully drained, sedangkan pada tanah lempung plastis hasil uji sondir lebih kearah fully undrained dan bila jenis tanah diantara kedua jenis diatas dapat memberikan hasil untuk keadaan fully drained dan fully undrained.



KESIMPULAN

Dari hasil percobaan di lapangan dan dari hasil perhitungan didapat data-data sebagai berikut :

1.           Sondir berhenti pada kedalaman 16,2 m dengan nilai qc mencapai 200 kg/cm² dan nilai qt mencapai 250 kg/cm².

2.           Jumlah hambatan pada akhir sondir (lf) = 912,90 kg/cm.

3.           Kedalaman tanah keras mulai mulai pada qc ≥100 kg/cm pada kedalaman 16m.

4.           Dari grafik sondir disimpulkan bahwa sebaran nilai qc pada kedalaman 0 – 2,2 meter tergolong kecil karena hanya berkisar 0 – 16 kg/cm² dan qc mulai membesar kemudian turun di kedalaman 8 m kemudian naik secara konstan. Nilai qc terbesar berada di kedalaman 16 m.

5.           Nilai kemiringan lf pada kedalaman 0 – 6,2 lekatan tergolong besar. lf antara 10 – 45 kg/cm. Nilai lekatan cenderung naik turun dan nilai terkecil berada di kedalaman 8 m yang hanya 3,49 kg/cm dan kembali naik turun hingga naik pesat di kedalaman 16 m.

Nilai friction pada permukaan terlalu besar diatas 6 % sehingga penulis tidak dapat menentukan jenis tanahnya. Jenis tanah sampai pada kedalaman 7 m dan 8,8 – 11,2 m adalah silty clay dengan nilai qc = 21,68 kpa dan fr = 3,98%. Jenis tanah di kedalaman 7 – 8,6 m adalah Sandy silts and silts dengan nilai qc  = 23,11 kpa dan nilai fr =  2,49%. Jenis tanah kedalaman 11,6 – 16,2 m adalah silty sand dengan nilai qc = 53,66 kpa dan fr = 2,16 %.






Kamis, 13 Agustus 2020

Laporan Kerja Praktek (KKN) Part. 1

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1         Uraian Umum

Teknik sipil merupakan bidang keahlian yang sudah cukup tua dan telah berkontribusi banyak terhadap perkembangan dunia. Pada dasarnya bidang teknik sipil membantu membentuk kehidupan modern yang kita nikmati sekarang ini. Bidang teknik sipil membangun, menjalankan, merawat dan memperbaiki atau memperbaharui fasilitas dan infrastruktur yang diperlukan oleh kehidupan modern seperti gedung, jalan, jalan layang, jalan kereta api, jembatan, bendungan untuk pembangkit listrik dan juga pengairan, pelabuhan laut dan udara, bangunan kilang minyak, bangunan anjungan lepas pantai, dan lain-lain.

 

1.2         Latar Belakang Proyek

Sebagai kota metropolitan di Indonesia, Jakarta menjadi pusat kegiatan di Indonesia. Baik kegiatan ekonomi, politik, sosial, budaya, hingga pendidikan semua berpusat di Jakarta. Perkembangan Jakarta sebagai ibu kota negara Indonesia yang begitu cepat memacu pembangunanan fisik untuk mendukungnya menjadi kota metropolitan. Pembangunan dari segi ekonomi tak lepas dari adanya pusat pusat perekonomian yang ada di Jakarta mulai dari perkantoran, apartement, mall, pasar, ruko hingga pedagang kaki lima merupakan penyokong kegiatan ekonomi ibu kota Indonesia ini. Dikarenakan adanya kebutuhan dari tempat untuk bekerja yang nyaman, dan ramah lingkungan di kawasan Cilandak yang merupakan daerah perkantoran dan sebagai pusat pemerintahan di wilayah Jakarta Selatan. Maka pemilik proyek membangun Izzara Apartement GTU.

 

Dengan berjalannya waktu, pemilik proyek melanjutkan kembali pekerjaan struktur & arsitektur hingga PT. PP (Persero), Tbk yang terpilih sebagai kontraktor setelah melalui tahap pelelangan yang sebelumnya juga ada kontraktor-kontraktor besar yang mengajukan dan mengikuti proses pelelangan seperti Hutama Karya dan Adhi Karya dan akhirnya PT. PP (Persero), Tbk yang terpilih.


1.1         Rumusan Masalah

·      Bagaimana seorang teknik sipil bisa berkontribusi dalam suatu proyek sehingga dapat membuat proyek tersebut dapat selesai pada waktunya.

·      Bagaimana supaya anggaran biaya bisa terkontrol dengan baik.

·      Metode apa yang harus diterapkan dalam suatu proyek agar tidak membuat dikemudian hari proyek tersebut tidak mengalami kegagalan.

·      Bahan material pembanguna yang bagaimana yang aman digunakan atau tidak mencemari lingkungan serta efisien dalam pengerjaannya.

 

1.2         Maksud dan Tujuan

1.4.1    Maksud dan Tujuan Proyek

·   Untuk memenuhi kebutuhan tempat perkantoran yang nyaman dan ramah lingkungan.

·  Mendukung program pemerintah kota jakarta, dalam menyediakan tempat pekerjaan yang nyaman, aman, serta lingkungan yang kondusif.

· Menanbah lapangan kerja baik selama proyek berlangsung maupun setelah proyek selesai.

· Meningkatkan pertumbuhan dalam sektor ekonomi untuk mensejahterakan masyarakat.

 

1.4.2    Maksud dan Tujuan Kerja Praktek

· Mengamati serta memahami pelaksanaan kontruksi dilapangan maupun manajemen proyek tersebut.

·      Mengetahui taha-tahapan kegiatan fisik pembangunan.

·      Memahami metode kontruksi yang diterapkan dalam pembanguna proyek.

·      mengetahui manajemen pelaksanaan dilapangan secara langsung.

·      Menambah relasi sebanyak-banyaknya sebgai jaringan dikemudian hari.

· Menyusun Laporan Kerja Praktek sebagai salah satu syarat kelulusan mendapatkan gelar strata satu (S1).


1.1       Batasan dan Lingkup Pembahasan

1.5.1    Lokasi Proyek

Gambar 1.1 Lokasi Proyek Pembangunan Izzara Apartemen GTU.

Batas lokasi proyek sebagai berikut :

Sebelah Utara                             : Jl. TB Simatupang

Sebelah Selatan                           : Pemukiman

Sebelah Timur                             : Pemukiman dan Palyja

Sebelah Barat                              : High scope

 

1.5.1    Data Umum Proyek

1.      Nama Proyek                        : Izzara Apartement GTU

2.      Jenis Proyek                          : Gedung Apartement

3.      Lokasi Proyek                       : Jl. TB simatupang, Cilandak, Jakarta Selatan

4.      Luas Lahan                           : 120353.262 m²

5.      Jumlah Lantai                       : 36 Lantai

6.      Owner                                   : Grade Tramitra Usaha

7.      Konsultan Perenacana          : PT. Atelier Enam Struktur

8.      Managemen Konstruksi        : PT. Kandu

9.       Kontraktor Pelaksana          : PT. PP (Persero), Tbk


1.5.1    Data Teknis proyek

1.      Luas bangunan                      : 41718.62 m² (Tower South)

2.      Elevasi Top Banguna            : Tower South Top +115.00 meter

3.      Jumlah lantai                        

Lantai Basement         : 5 lantai

Lantai Ground             : 1 lantai

Lantai Hunian             : 29 lantai

Lantai Atap                 : 1 lantai





1.1       Ruang Lingkup Pekerjaan Pembangunan

1.6.1    Pekerjaan Persiapan

·         Mobilisasi dan demobilisasi

·         Direksi keet dan perlengkapan

·         Air kerja

·         Listrik kerja

·         Pengukuran dan pemasangan bowplank

·         Pagar proyek

·         Bedeng pekerja

·         Pembersihan tapak bangunan

·         Asuransi

·         Anti rayap

·         Saluran sementara

1.6.1    Pekerjaan Struktur

·         Pekerjaan bored pile

·         Pekerjaan galian tanah

·         Pekerjaan retaining wall

·         Pekerjaan raft foundation

·         Pekerjaan kolom

·         Pekerjaan balok

·         Pekerjaan plat

·         Pekerjaan shear wall / core wall

·         Pekerjaan tangga


BAB II

ORGANISASI PROYEK DAN HUBUNGAN KERJA

 

             2.1   Organisasi Pokok

Pada dasarnya organisasi proyek merupakan suatu kumpulan dari beberapa orang yang mempunyai keahlian dan kebutuhan tekad, yang saling bekerja sama dalam suatu proyek untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam suatu organisasi proyek setiap orang mempunyai wewenang dan tanggung jawab sesuai dengan kedudukan dan tugasnya. Sehingga pekerjaan dapat dilaksanakan dengan baik, dan dapat diselesaikan tepat pada waktunya.

 

Pada proyek besar, seperti pembangunan Izzara Apartement yang beralamat di Jalan TB Simatupang Cilandak Jakarta Selatan ini diperlukan suatu kerja sama yang baik dari sekelompok orang yang mempunyai keahlian dalam menangani dan mengerjakan proyek tersebut. Orang – orang harus mampu memecahkan masalah yang timbul, serta dapat secara bijak mengambil keputusan atas segala gagasan – gagasan yang berbeda tetapi mempunyai tujuan yang sama dalam mencapai suatu penyelesaian proyek yang baik.

 

Dengan adanya sistem organisasi yang baik, maka suatu pekerjaan dapat dilaksanakan dengan baik sehingga selesai dengan hasil yang baik.


Struktur organisasi hubungan kerja pada pembangunan proyek secara teori dapat digambarkan sebagai berikut :



Gambar 2.1 Flow Chart Hubungan Kerja Suatu Proyek


2.1        Unsur – Unsur Pelaksanaan Proyek dan Wewenangnya

2.2.1   Pemilik Proyek (Owner)

Pemilik proyek (Owner) atau pemberi tugas adalah pihak yang menghendaki suatu pekerjaan dilaksanakan oleh pihak lain sehubungan dari hasil pekerjaan tersebut, serta membayar semua hasil pekerjaannya kepada pihak yang mengerjakan. Dalam hal ini yang bertindak sebagai pemberi tugas adalah PT.  Grade Tramitra Usaha.

Adapun tugas dan wewenang dari pemilik proyek (owner) adalah sebagai berikut :

1)   Menjamin kelancaran serta koopratif atas penyelenggaraan proyek berawal dari rencana komprehensif/terpadu hingga pelaksanaan berakhir/sertifikasi.

2)   Berwenang mengambil keputusan terhadap masalah yang timbul guna menunjang kelancaran operasi proyek berdasarkan ketentuan yang diatur dalam kontrak kerja.

3)   Memilih dan memberi tugas pada konsultan perencana untuk mewujudkan gagasan terhadap proyek yang akan direncanakan.

4)   Menunjuk wakilnya dalam melaksanakan pengawasan terhadap biaya, mutu pekerjaan dan waktu pelaksanaan.

5)   Mengesahkan semua dokumen pembayaran seperti membayar kontraktor, konsultan perencana, konsultan pengawas sesuai dengan kesepakatan awal pada kontrak.

6)   Mengurus dan menyelesaikan perijinan maupun persyaratan yang harus dipenuhi kepada instansi – instansi terkait.

 

2.2.2   Konsultan Pengawas

Konsultan pengawas adalah pihak yang diangkat oleh pemilik proyek (owner) untuk bertindak sepenuhnya untuk bertindk sebgai wakil pemilik proyek dalam memimpin jalannya pelaksanaan dilapangan, mengkoordinir dan mengawasi pelaksanaan pekerjaan dilapangan pada batas – batas yang telah ditentukan. Sebgai konsultan pengawas disini adalah MK (managemen konstruksi) PT. Kandu.

Adapun tugas dan kewajiban dari konsultan pengawas antara lain yaitu :

1)   Bertanggung jawab atas manajemen proyek secara menyeluruh kepada owner.

2)   Membantu pemilik peroyek dalam mengawasi pelaksanaan pekerjaan proyek dan mengambil tindakan – tindakan yang dianggap perlu terhadap kontraktor.


1)   Memeriksa gambar kerja berdasarkan gambar rencana yang telah dibuat oleh konsultan perencana dan telah disetujui.

2)   Menyusun laporan yang mencakup semua kegiatan kontraktor dan perkembangan pekerjaan pada proyek tersebut.

 

2.2.1   Konsultan Struktur

Konsultan struktur adalah pihak yang ditunjuk sepenuhnya sebagai perencana struktur proyek sesuai dengan keahliannya. Pada proyek ini yang merencanakan struktur proyek adalah PT. Atelier 6 Struktur.

Adapun tugas dari konsultan struktur antara lain yaitu :

·      Bertanggung jawab atas disain struktur dan vertifikasi serta sertifikasi proyek.

·      Bertanggung jawab dalam perencanaan struktur, karakteristik sifat dan kekuatan perhitungan bangunan yang direncanakan pada proyek tersebut.

 

2.2.2   Konsultan Arsitektur

Konsultan arsitektur adalah pihak yang ditunjuk sepenuhnya sebagai perencana arsitek baik dari segi luar (eksterior) maupun dalam (interior) proyek sesuai dengan keahliannya. Pada proyek ini yang merencanakan arsitek proyek adalah PT. Quadratura Indonesia.

Adapun tugas konsultan arsitek antara lain :

·      Merencanakan gambar arsitektur dan finishing.

·      Bertanggung jawab atas design arsitektur vertifikasi dan sertifikasi proyek.

·      Membuat gambar – gambar detail arsitektur.

 

2.2.3   Konsultan M / E / P

Konsultan M / E / P dipercaya oleh pemilik proyek (owner) bertanggung jawab atas perencanaan M / E / P (Mekanikal, Elektrikal & Plumbing). Pada proyek ini konsultan M / E / P dipercayakan kepada PT. Meltech Consultindo Nusa.

Adapun tugas dari pada konsultan M / E / P adalah sebagai berikut :

·      Berfungsi membantu pemilik proyek (owner) dalam melaksanakan perencanaan M / E / P (mekanikal, elektrikal & plumbing).

·      Memberikan penjelasan masalah – masalah dalam perencanaan M / E / P.

 

2.2.1   Kontraktor Utama

Kontraktor adalah suatu badan atau suatu perusahaan yang memenuhi persyaratan yang telah ditentukan / ditetapkan untuk melaksanakan pekerjaan pemborongan atau proyek dan biasanya melalui suatu tender atau berdasarkan hasil lelang. 

Secara umum tugas kontraktor yaitu antara lain :

·      Melaksanakan pekerjaan sesuai dengan surat perjanjian atau kontrak.

·      Membuat jadwal waktu pekerjaan (time schedule) secara perinci dan efisien sesuai jenis pekerjaan serta mengevaluasinya.

·      Menyusun strategi untuk dapat mempercepat suatu pekerjaan agar selesai tepat pada waktu yang sudah ditentukan dalam kontrak kerja.

·      Membuat gambar – gambar pelaksanaan (Shop Drawing) yang telah disetujui oleh konsultan pengawas / menajemen konstruksi.

·      Melaksanakan pengadaan barang dan peralatan.

·      Menjamin kesehatan dan keselamatan pekerjaaan dan pekerja.

·      Melakukan perbaikan – perbaikan yang diminta pengawas bila pekerjaan tidak sesuai dengan perjanjian.

·      Membuat laporan harian, mingguan dan bulanan yang kemudian diperiksa kebenarannya oleh konsultan pengawas.

·      Menyerahkan hasil pekerjaan kepada pemilik proyek (owner) jika pekerjaan telah selesai.

 

2.1       Struktur Organisasi Kontraktor Utama

Sebagai kontraktor utama pada pembangunan proyek ini adalah PT. PP (Persero), Tbk yang berkedudukan di Jalan Letjend. TB Simatupang No. 57 Pasar Rebo Jakarta Selatan.

Kontraktor utama ini memiliki struktur organisasi dengan komponen – komponen utamanya sebagai berikut :




Gambar 2.2 Flow Chart Struktur Organisasi Perusahaan


2.3.1   Project Manager (PM)

Project manager berwenang atas kelancaran pelaksanaan dan pembatalan waktu dari proyek tersebut. Project manager adalah pejabat tertinggi dalam suatu proyek sehingga setiap dokumen pekerjaan harus terlebih dahulu diapproval oleh project manager sebelum digunakan.

Adapun tuga project manager adalah sebagai berikut :

·      Bertanggung jawab penuh atas segala aktivitas yang terjadi diproyek.

·      Mengatur dan menetapkan sistem yang direncanakan memadai untuk administrasi, pelaksanaan, koordinasi, pada proyek tersebut.

·      Mengatur semua personil proyek berpartisipasi aktif sesuai dengan jabatannya dalam menerapkan persyaratan sistem proyek.

·      Memantau dan membuat laporan secara rutin status dari aspek penting proyek.

·      Meyakinkan bahwa kelancaran pelaksanaan batas waktu dari proyek sesuai dengan persyaratan owner dan perusahaan.

·      Memimpin jalannya rapat internal maupun eksternal dan dapat memberikan solusi disetiap permasalahan yang dihadapi selama proyek berjalan.

  

2.3.1   Site Manager (SM)

Site manager adalah seseorang yang dipilih dengan kemampuan tertentu untuk memimpin orang – orang dalam proyek yang berbagai karakteristik, latar belakang, budaya, dengan tujuan tertentu dari proyek tersebut.

a.    Umum :

·      Bertanggung jawab atas mutu kwalitas pekerjaan.

·      Kelancaran schedule waktu penyelesaian.

·      Keamanan, ketertiban dan kebersihan proyek.

b.    Teknis :

·      Membuat rencana kerja dan operasi lapangan secara detail.

·      Membuat metode kerja secara rinci.

·      Pengadaan, penyusunan pemakaiaan alat – alat kerja dan tenaga kerja.

·      Menjaga mutu dan waktu pekerjaan.

·      Mengkoordinasikan masalah – masalah antara operasional dan engineering.

·      Mengkoordinasikan masalah – masalah operasional dengan direksi lapangan.

·      Memimpin rapat rutin pelaksanaan dengan memberikan petunjuk – petunjuk teknis

c.    Administrasi :

·      Menyusun serta mengatur penempatan personalia diproyek atas persetujuan kepala proyek.

·      Menandatangani atau menyetujui SPP, LPM, LPA.

·      Surat perintah kerja mandor.

·      Upah borongan.

·      Biaya umum.

·      Menghubungi atau menunjuk sub kontraktor untuk upah barang diatas persetujuan PM.

·      Menyetujui berita acara pemakaiaan alat dan pekerjaan sub kontraktor.

·      Laporan pekerjaan tambah kurang.

a.    Pembiayaan :

·      Bertanggung jawab budgat atau RAP.

·      Mengepaluasi hasil monitoring atau survey hasil kerja dan pengadaan bahan yang efektif.

·      Menjaga kesetabilan harga satuan upah, harga borongan dan pemakaian alat.

·      Menyusun dan membuat rencana periodik untuk pembayaran upah borongan dan harian tenaga.

 

2.3.1   Koordinator Supervisor

Koordinator supervisor berwenang atas mengkoordinasikan dan melancarkan semua kegiatan konstruksi dilapangan. Koordinator supervisor melaporkan semua kegiatan pada manager konstruksi. 

Adapun tugas – tugas koordinasi supervisor adalah :

·      Mengatur, mengkordinasikan dan membuat laporan kegiatan konstruksi bahwa dilapangan sesuai dengan pedoman mutu proyek.

·      Meyakinkan bahwa personil – personil pelaksanaan berpatisipasi aktif dalam menerapkan persyaratan pedoman mutu proyek dalam kegiatan sehari – hari.

·      Meyakinkan bahwa kemajuan pelaksanaan sesuai target dan biaya proyek dapat diatur dan terbukti dalam semua tahap pelaksanaan.

·      Mempelajari ide engineering.

·      Melaksanakan shop drawing.

·      Mengatur schedule pelaksanaan, pengadaan barang, manpower.

·      Mengatur strategi dan sistem pelaksanaan proyek.

·      Atur monitor terporari work.

·      Perbaikan alat – alat dan kendaraan yang rusak.

·      Atur dan monitoring penerangan kerja dan alat – alat kerja.

·      Atur dan monitoring instalasi air kerja.



2.3.1   Supervisor

a.    Umum :

·      Pengawasan mutu dan kualitas pekerjaan.

·      Pengawasan dan pelaksanaan pelaksanaan sesuai schedule.

·      Mengatur tenaga kerja, mandor dan harian tenaga.

·      Memonitoring pekerjaan, tenaga, alat.

·      Membuat laporan periodik.

·      Menjaga keamanan, kebersihan dan kesehatan kerja.

b.    Teknis

·      Menghitung volume – volume pekerjaan.

·      Mengatur sistem kerja dan urutan pekerjaan sesuai gambar.

·      Menghitung volume alat bantu dan bahan penunjang.

·      Membuat schedule perlokasi.

·      Membuat analisa laporan pemakaiaan bahan, upah dan alat.

·      Mengatur pemakaiaan bahan dan alat.

c.    Administrasi

·      Membuat SPP sesuai kebutuhan.

·      Membuat staff upah borongan (opname borongan).

·      Mendatangani berita acara pemakaiaan alat, staff upah borongan dan harian, bon alat atau bahan.

·      Melaporkan penyimpanan – penyimpanan dalam pelaksanaan yang merupakan pekerjaan tambah.

·      Pembukaan, staff, borongan.

·      Pengarsipan sistem atau metode kerja.

·      Pengarsipan gambar – gambar kerja (shop drawing).

·      Membuat monitoring pekerjaan.

 

2.3.2   Mekanik

·      Atur dan monitor temporari work.

·      Perbaikan alat – alat dan kendaraan yang rusak.

·      Atur dan monitoring penerangan kerja dan alat – alat kerja.

·      Atur dan monitoring instalasi air kerja.


2.3.1   Manager Engineering

Manager engineering berwenang atas mengkoordinasikan dan memproses design, data – data teknik dan dokumen dari owner manager engineering melapor kegiatan kepada manager proyek.

Adapun tugas – tugas engineering antara lain :

·      Memantapkan dan mengatur sistem standar kontrol dan dokumen sesuai dengan pedoman mutu proyek.

·      Mengkoordinasikan pemecahan dn pembuktian maslah – masalah design dan teknis yang muncul sehubungan dengan data dan dokumen dari owner.

·      Mengontor dan mengkoordinasikan kaji ulang dan persetujuan kelanjutan proses design data teknis dan dokumen yang disiapan PT.  Grade Tramitra Usaha.

 

2.3.2   Engineering

·      Mempelajari, meneliti dokumen – dokumen dan gamabar – gambar yang berhubungan dengan pelaksanaan proyek.

·      Menjabarkan, mendetailkan, menyiapkan dokumen dari gambar tender / pelaksanaan kedalaman shop drawing.

·      Membantu memecahkan masalah teknis dilapangan.

·      Koordinasi dengan bidang Q.S tentang skope pekerjaan yang dikerjakan dan dihitung.

·      Koordinasi dengan G.A tentang skope pekerjaan sub kontraktor dan suplier.

·      Memilih sistem pelaksanaan yang efisien.

 

2.3.3   Quantity Surveyor

·      Mempelajari ide engineering tentang dokumen – dokumen dan gambar yang berhubungan dengan pelaksanaan proyek.

·      Menghitung volume untuk pemesanan material dan pelaksanaan proyek.

·      Evaluasi dan monitor gambar – gambar perubahan untuk menghitung pekerjaan tambah / kurung.

·      Koordinasi dengan engineering untuk perhitungan volume.

·      Koordinasi dengan Q.S dari owner untuk negoisasi volume.



2.3.1   Programmer

·      Menyusun dan merevisi kembali work programer dan rencana mutu proyek.

·      Monitoring, membuat progress dan pekerjaan dilapangan setiap hari.

·      Mengumpulkan data untuk penyusunan laporan mingguan atau bulanan ke pihak owner.

 

2.3.2        Cost Control

·      Control semua pengeluaran dan pemasukan keuangan.

·   Kontrol semua volume serta kelengkapan semua administratif semua penagihan dan pengeluaran.

·      Pengaturan permintaan dana.

·      Pembuatan SDBP dan kontrol terhadap budget.

 

2.3.3        Manager Mekanikal, Elektrikal dan Plumbing

Manager M / E / P berwenang atas mengkoordinasikan dan memproses design, data – data teknik dan dokumen dari owner manager M / E / P melaporkan kepada manager proyek.

Adapun tugas – tugas M / E / P antara lain :

·      Memanfaatkan dan mengatur sistem standar kontrol dokumen sesuai dengan pedoman mutu proyek.

·      Mengontrol dan mengkoordinasikan tinjauan dan persetujuan kelanjutan proses design, data teknis dan dokumen M / E / P yang disiapkan PT.  Grade Tramitra Usaha.

·      Mengkoordinasikan pemecahan dan pembuktian masalah – masalah design dan teknis yang muncul sehubungan dengan data dari owner.

·      Mengontrol dan mengkoordinasikan tinjauan dan persetujuan kelanjutan proses design, data teknis dan dokumen M / E / P yang disiapakan duta graha indah.

 

2.3.4        M / E Koordinator

·      Koordinator bidang M / E terhadap pelaksanaan kerja yang lain.

·      Koordinator sub kontraktor dan sub kontraktor M / E.

·      Pengawasan persiapan dan pelaksanaan pekerjaan sub kontraktor M / E.

·      Memastikan bahwa setiap pekerjaan M /E sudah terkoordinir secara sistem .

·      Mengkoordinir seluruh paket M / E terhadap pekerjaan sipil / arsitek.

·      Mencek kebenaran gambar NSC dan monitor timbulnya pekerjaan tambah untuk pekerjaan sipil.

·      Mencek sekunder pekerjaan M / E yang disesuaikan dengan schedule pekerjaan sipil.

 

2.3.1        Manager Administrasi dan Pengendalian Dokumen

Manager administrasi dan pengendalian dokumen berwenang atas mengkoordinasikan dan melancarakan semua kegiatan administrasi diproyek tersebut.

Manager administrasi dan pengendalian dokumen melaporkan kegiatan kepada manager proyek..

Adapun tugas – tugas manager administrasi dan pengendalaian dokumen antara lain :

·      Memanfaatkan dan mengatur sistem dan prosedur administrasi sesuai dengan pedoman mutu proyek.

·      Evaluasi, monitor kegiatan poliklinik, mes staff dan pekerja.

·      Pengurus impor material L / C proses clearance.

 

2.3.2        Administrasi

Administrasi berwenang atas mengontrol dan memproses kegiatan administrasi proyek. Administrasi melaporkan kegiatan kepada manager administrasi.

Adapaun tugas – tugas administrasi antara lain :

a.    Umum :

·      Membuat surat keluar dan penguasaan .

·      Menerima surat masuk dan memberikan data – data lengkap dalam surat.

·      Membagikan kebagian yang berkepentingan dengan disertakan tanda terima.

·      Pengiriman surat / surat keluar.

·      Membuat atau kode penomoran dalam surat agar mudah dalam pencarian.

·      Membuat notulen rapat, laporan harian dan lain – lain.

a.    Pengarsipan

·      Pengarsipan semua surat masuk dan keluar antara lain :

-       Surat masuk / keluar.

-       Notulen rapat.

-       Laporan – laporan harian.

-       Penawaran – penawaran laporan pekerjaan tambah / kurang.

 

2.3.1        General Affair

General affair atau bagian umum merupakan bagian dari suatu perusahaan yang bertugas untuk mendukung perusahaan dalam menjalankan operasionalnya dengan mengurus segala urusan rumah tangga perusahaaan.

a.    Koordinator dari bidang :

·      Personalia.

·      Umum .

·      Administrasi.

·      Scurity.

·      Safety.

·      Logistik / Pembelian.

·      Gudang.

·      Keuangan.

b.    Koordinasi dengan bidang engineering dan operasional tentang kontraktor dan suplier.

c.    Negoisasi dengan sub kontraktor, suplier dan owner.

d.   Hubungan/ approach dengan pihak konsultan dan owner.

e.    Personalia

·      Evaluasi, monitor staff.

·      Membantu memecahkan masalah staff.

·      Memberikan usulan dan pertimbangan gaji dan insentif staff.

·      Membuat rekaptulasi gaji staff lokal.

·      Membuat rekaptulasi form kepersonaliaan.

·      Evaluasi, monitor ijin / cuti dan memberikan peringatan bagi yang melanggar.

a.    Umum

·      Membuat data – data kelengkapan claim asuransi, baik aspek maupun CAR.

·      Pengurusan perijinan kepada instansi terkait.

·      Pembuatan SPK atau opname, tender recommendation, kontrak.

·      Inventarisasi alat, kendaraan.

·      Evaluasi, monitor kegiatan poliklinik, mes staff dan pekerja.

·      Pengurusan material, pembuatan L/C, proses clearence.

 

2.3.1        Sekretaris

·      Membuat surat keluar dan pengarsipan.

·      Menerima surat masuk dan memberikan data – data lengkap dalam surat masuk.

·      Mendistribusikan surat yang diterima kepada yang bersangkutan.

·      Membuat kode atau penomoran agar mudah pencarian.

·      Membuat notulen rapat, laporan harian dan lain – lain.

·      Pengarsipan semua surat masuk dan keluar, notulen rapat dan lain – lain.

·      Pengaturan telepon masuk dan keluar.

·      Pengaturan tamu dan akomondasinya.

 

2.3.2        Administrasi dan keuangan

·       Mengatur pembayaran – pembayaran yang terdiri dari :

-       Kas A    = Material, pembelian cash, overhead dan alat.

-       Kas B    = Upah borongan dan sub kontraktor

-       Kas C    = Pembelian (TDP)

·      Membukukan pemasukan dan pengeluaran uang.

·      Mengarsipkan semua dokumen proyek.

·      Membuat laporan keuangan priodik (2 minggu sekali).

·      Membuat laporan pemasukan uang dan kas lain – lain (penjualan dan bekas, pendapatan lain – lain).

·      Membuat dan melengkapi bukti – bukti pembayaran dan tanda pembayaran.


2.3.1        Logistik / Pengadaan Bahan & Alat.

a.    Umum :

·      Survey harga satuan bahan / material dari lokasi untuk bahan tambahan

·      Survey harga satuan bahan / material dan alat – alat dari toko – toko / suplier.

·      Pengadaan / pembelian bahan dari toko / suplier serta bahan tambang.

·      Pengadaan material alat untuk sample serta harga satuan alamat toko, pabrik, tambang dll.

·      Bertanggung jawab atas mutu / kualitas bahan serta alat yang dipakai.

·      Bertanggung jawab atas harga satuan bahan dan alat yang disewa.

 

2.3.2        Pergudangan

a.    Umum :

·      Menerima bahan – bahan kebutuhan proyek .

·      Penerima alat – alat.

·      Menyimpan dan mengatur bahan dalam gudang secara tertib.

·      Menyimpan dan mengatur bahan lapangan.

·    Mengeluarkan bahan dari gudang sesuai permintaan bahan dari pemborong yang telah disetujui oleh site manager sesui jenis bahan, jumlah bahan dan lokasi pekerjaan secara tetap.

· Bertanggung jawab atas mutu / kualitas bahan yang diterima, jumlah serta merk / jenisnya.

·  Bertanggung jawab atas penyimpanan bahan / material, alat didalam dan diluar gudang atas kerusakan – kerusakan akibat faktor cuaca dan faktor lain.

·      Pemeliharaan alat – alat bantu.

 

2.3.3        Koordinator keselamatan

Koordinator keselamatan berwenang atas mengkoordinasikan dan melaporkan semua masalah keselamatan diproyek.

Adapun tugas – tugas koordinator keselamatan antara lain :

·      Memantapkan, mengkoordinasikan dan mempertahankan standar sistem keselamatan, kebersihan dan kesehatan (K3). Sesuai prosedur dalam pedoman mutu proyek.

·      Meyakinkan bahwa pengawasan dan pelaksanaan dilapangan agar berpartisipasi dalam menerapkan persyaratan keselamatan dari hari – kehari.

·      Memantau dan membuat laporan secara berkala tentang status statistik keselamatan, masalah dan penyelesaiaan masalah tersebut.

 

2.3.1        Scurity

·      Mengatur dan mengurus keluar masuk material, alat dan tamu.

·      Pendataan personil mandor dan pekerja.

·      Membuat laporan harian mengenai kegiatan keamanan kejadian proyek, cuaca.

·      Atur keamanan didalam dan dilingkungan sekitar proyek.

·      Sebagai intepreter / juru bahasa antara PM dengan staff bidang operasional dan lain – lain.

 

2.3.2        Safety

·      Evaluasi dan monitor keselamatan kerja proyek terhadap pekerja / staff, sistem pengamanan pasilitas dan alat pengaman.

·      Melaksanakan safety work berkala tiap minggu.

·      Evaluasi dan monitoring kebersihan site.



BAB III

METODE PELAKSANAAN KONSTRUKSI

 

3.1              Fasilitas Penunjang Pekerjaan

Sebelum memasuki masa pelaksanaan pekerjaan konstruksi, terlebih dahulu dipersiapkan unsur – unsur yang dapat menunjang kegiatan dimasa pelaksanaan. Unsur – unsur tersebut dapat berupa data – data pengukuran / perencanaan, fasilitas kerja, peralatan kerja dan lain – lain. Pengadaan unsur penunjang ini diharapkan dapat mempermudah dan mempercepat mekanisme kerja proyek demi mendapatkan suatu hasil pekerjaa yang optimal.

 

Dalam suatu pekerjaan proyek besar seperti pembangunan GTU Izzara Apartement ini, pengadaan unsur – unsur penunjang ini dapat terlihat dengan jelas, seperti penyediaan sarana utama antara lain sebagai berikut :

3.1.1   Penyediaan fasilitas kerja yang terdiri dari :

·      Pembuatan pagar proyek.

·      Pembangunan kantor proyek.

·      Pembangunan bedeng untuk pekerja.

·      Pembuatan gudang material.

·      Penyediaan area stock material.

·      Penyediaan instalasi listrik dan air.

·      Penyediaan penerangan untuk pekerja.

·      Pembuatan pos keamanan.

·      Pembuatan master point (titik kumpul aman).

·      Pembuatan tempat ibadah (mushola).

·      Dan lain – lain.

 

3.1.2   Peralatan kerja :

·      Penempatan tower crane.

·      Penempatan PH (alimax).

·      Penempatan genset.

·      Penempatan pompa air.

·      Penempatan bar cutter.

 

3.1.1   Data pengukuran dan shop drawing

Dalam melaksanakan suatu pekerjaan, para pelaksana dilapangan harus mengacu dari data – data perencanaan yang dibuat oleh engineering (bersama staffnya).

Berikut ini macam – macam pelaksanaan pekerjaan pengukuran shop drawing :

·  Pengukuran situasi, elevasi dari permukaan tanah terhadap banagunan rencana, titik penting penempatan kontruksi dan lain –lain.

·     Shop Drawing rencana tapak, GSJ, GSB, koordinat bangunan, elevasi bangunan dan lain – lain

·      Shop Drawing pekerjaan struktur.

·      Shop Drawing sparing mechanical dan electrical terhadap pekerjaan stuktur.

 

3.1              Jadwal Waktu Pelaksanaan

Pelaksanaan pembangunan proyek Izzara Apartemen ini direncnakan diperlukan 20 bulan ditambah perawatan selama 6 bulan, dimulai pada tanggal 15 Oktober 2013 dan diperkirakan selesai pada tanggal 15 Juni 2015. Berdasarkan hal tersebut, maka diperlukan suatu sistem manajemen yang berfungsi untuk mengelola tahap – tahap proses pembangunan. Sehingga tahap – tahap tersebut dapat berinteraksi aktif dan dapat memainkan perannya masing – masing secara baik dengan koordinasi yang baik pula. Dengan harapan sasaran pekerjaan proyek dapat dicapai sesuai rencana dan tepat pada waktunya.

Time Schedule dibutuhkan untuk mengendalikan tahap – tahap proses pembangunan tersebut. Time schedule adalah urutan dari pekerjaan yang akan yang dilakukan sehingga dapat diperoleh hasil yang optimal sesuai dengan yang diharapkan. Time schedule ini disusun oleh kontraktor dan disetujui konsultan pengawas.

·      Sebagai pedoman bagi kontraktor dalam melaksanakan pekerjaan.

·      Sebagai dasar dalam pembuatan berita acara kemajuan pekerjaan .

·      Sebagai alat kontrol bagi pengawas lapangan menilai prestasi pekerjaan.

Hal – hal yang diketahui  penyusunan Time Schedule adalah sebagai berikut :

Ø Situasi dan kondisi, hal ini untuk mempermudah perkiraan dari penyediaan bahan, tenaga kerja dan peralatan yang diperlukan.

Ø Macam dan volume pekerjaan, untuk memperkirakan waktu pelaksanaan pembangunan, tenaga kerja dan alat yang dibutuhkan.

Ø Jumlah, kapasitas dan kualitas sumber daya yang dimiliki. Yang dimaksud sumber daya adalah tenaga manusia, peralatan kerja mesin maupun yang manual serta material.

Ø Keadaan cuaca, cuaca dapat sangat mempengaruhi pekerjaan lapangan seperti hujan yang menghambat pekerjaan tanah, pembersihan lapangan pengecoran.

Ø Hari libur atau hari tertentu dimana tidak bisa dilakukan.

Ø Jumlah jam kerja perhari

Ø Batas waktu yang ditentukan oleh owner.

Untuk menyusun Time Schedule diperlukan pengalaman karena data – data diatas umumnya diambil dari data pekerjaan yang telah ada dan dimodifikasi sesuai dengan yang dibutuhkan. adapun Time Schedule yang dipakai pada proyek ini adalah :


3.2.1   Bar Chart dan S Curve

Bar Chart ini adalah diagram yang menggambarkan berbagi pekerjaan yang dapat diselesaikan dalam satuan waktu tertentu. Dalam suatu proyek Bar Chart diuraikan menjadi bermacam – macam pekerjaan, kemudian diperkirakan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan masing – masing pekerjaan tersebut. Lamanya waktu pengerjaan ini diperkirakan dari data yang ada dapat dibuatsecara paralel tanpa mengabaikan cashflow dari biaya.

 

Umum Bar chart dilengkapi dengan S Curve, yaitu perbandingan antara lamanya suatu pekerjaan dengan bobotnya. Dimana suatu pekerjaan dirumuskan sebagai berikut:

                                          Biaya suatu pekerjaan

Bobot pekerjaan =         -------------------------------         X   100 %

                                           Biaya total proyek


Bobot pekerjaan ini dibagi menjadi beberapa satuan waktu, misalnya dalam proyek ini adalah mingguan. Jumlah bobot pekerjaan ini kemudian diplot dengan menggabungkan titik – titiknya secara akumulatif lalu akan diperoleh S Curve. Gunanya S Curve sebagai 




pembanding antara prestasi kerja dalam perencanaan dengan prestasi kerja realisasi. Dari perbandingan keduanya diperoleh kemungkinan – kemungkinan sebagai beriut:

·      S Curve aktual berada dibawah S Curve rencana, berrati pekerjaan mengalami hambatan.

·      S Curve aktual berhimpit dengan S Curve rencana, berarti pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan rencana.

·      S Curve aktual berada di atas S Curve rencana, berarti pelaksanaan pekerjaan lebih cepat dari waktu yang direncanakan.

Manfaat S Curve adalah sebagai berikut:

·      Untuk mengontrol pelaksanaan pekerjaan setiap saat sehingga waktu pelaksanaan dapat diusahakan tepat sesuai rencana.

·      Untuk mempermudah dalam pengawasan, sehingga dapat dinilai dengan mudah apakah pekerjaan sesuai dengan jadwal atau tidak.

·      Sebagai bahan evaluasi prestasi kerja kontraktor.

Dari S Curve dapat dilihat intesitas pekerjaan, dimana kemiringan kurva yang curam menunjukan bahwa intesitas pekerjaan tersebut tinggi.(pekerjaan besar), dan kemiringan kurva yang landai menunjukan bahwa pekerjaan pada saat itu tidak terlalu besar (banayak).

3.2.1   Network Planning

Network planning adalah diagram yang menunjukan berbagai pekerjaan yang dapat diselesaikan dalam satuan waktu tertentu. Dalam suatu proyek network planning diuraikan menjadi bermacam – macam pekerjaan, kemudian diperkirakan  waktu yang dibutuhkan untuk menelesaikan masing – masing pekerjaan tersebut. Lamanaya waktu pengerjaan ini diperkirakan dari data yang ada dan dibuat secara paralel tanpa mengabaikan cashflow dari biaya.

Kegunaan dari Network Planing adalah :

·      Sebagai alat bantu dalam mengontrol pekerjaan .

·      Untuk memberi informasi acuan dalam pengawasan kegiatan  jalur kritis.

·      Menguraikan secara detail seluruh aktifitasproyek, sehingga memungkinkan pengendalian kegiatan sedetail mungkin.

Urutan pekerjaan untuk menyusun network planning tersebut adalah sebagai berikut :

·      Menguraikan proyek dalam beberapa aktifitas pekejaan yang akan dilakukan.

·      Menyusun aktifitas – aktifitas pekerjaan tersebut dalam urutan waktu yang logis, sehingga terdapat suatu hubungan ketergantungan dari setiap aktifitas.

·      Menyusun aktifitas – aktifitas dalam network.

·      Menentukan EET (Earlist Event Time) dan LET (Late Event Time). EET merupakan waktu yang palimg cepat dalam pengerjaan proyek, LET merupakan jalur yang memeberikan waktu yang paling lama dalam menyelesaikan proyek.

·      Menentukan rentetan kegiatan yang tidak boleh terlambat dalam pelaksanaannya (jalur krisis). Keterlambatan yang terjadi pada salah satu kegiatan yang termasuk jalur kritis.

·      Menghitung total waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek, atau durasi total dari total proyek.

 

3.1              Rencana Pengadaan Sumber Daya

3.3.1   Tenaga Kerja

Tenaga  kerja merupakan sumber daya pokok yang sangat berpengaruh dalam keberhasilan suatu proyek. Oleh sebab itu untuk memperoleh hasil yang memuaskan sangat diperlukan tenaga ketja yang terampil dan mempunyai pengalaman yang luas dalam bidangnya masing – masing.

Untuk mengetahui beberapa banyak tenaga kerja yang dibutuhkan, terlebih dahulu dilakukan penghitungan volume waktu yang direncanakan dari masing – masing pekerjaan yang terdapat dalam proyek, yang kemudian hasil penghitungan tersebut dimasukan dalam daftar jenis dan volume pekerjaan. Dari daftar tersebut dapat diperkirakan (berdasarkan pengalaman) jumlah tenaga kerja yang diperlukan. Selain itu dari daftar tadi juga dapat diperkirakan jumlah material dan peralatan yang diperlukan.

Tenaga kerja pada proyek ini dibagi menjadi 3 (tiga) bagian,yaitu:

·      Tenaga ahli.

·      Tenaga menengah.

·      Tenaga tukang.


a.    Tenaga Ahli

Tenaga ahli atau biasa disebut staff ahli adalah tenaga – tenaga yang berpendidikan dan berpengalaman dalam bidang kontruksi, arsitektur atau management. Tugasnya yaitu mengkoordinasi pekerjaan, mengusulkan gambar revisi (bila perlu) dan mengatasi masalah yang terjadi dalam pekerjaan berlangsung, yang termasuk dalam kelompok ini ditunjuk langsung dari kantor pusat, diantaranya yaitu pimpinan proyek, pimpinan pelaksana, site manager.

b.    Tenaga menengah

Yang termasuk tenaga menengah yaitu bagian adminitrasi dan bagian teknik. Bagian administrasi terdiri dari bidang administrasi, keuangan dan bagian umum. Bertugas antara lain : mengatur dan menyelesaikan urusan adminnistrasi proyek, seperti surat menyurat, pembayaran upah dan hal – hal yang berhubungan dengan masalah keuangan.

Bagian teknik terdiri dari kepala bagian pelaksana, staf engineer, mekanikal dan elektranikal serta perlengkapan. Bertugas antara lain : mengontrol hasil pekerjaan proyek, melakukan pengukuran, membuat gambar kerja dan lain – lain. Yang termasuk dalam tenaga kerja bagian ini minimal berpendidikan SLTA atau STM.

c.    Tenaga tukang

Tenaga tukang merupakan bagian terbesar dari seluruh pekerjaan proyek. Tenaga tukang ini meliputi : tukang besi, tukang batu, tukang cor dan lain – lain. Tenaga tukang ini merupakan tenaga yang berpendidikan rendah, dimana ketrampilanya diperoleh dari pengalaman. Kebutuhan tenaga tukang ini dapat ditambah atau dikurangi sesuai dengan volume pekerjaan.

 

3.3.1   Material

Dalam pengadaan bahan baku bangunan, kontraktor menyesuaikan dengan jadwal kapan pekerjaan yang mempergunakan suatu bahan tersebut dilaksanakan. Hal ini untuk mengantisipasi tertundanya suatu pekerjaan dan penimbunan bahan bangunan dalam jumlah yang besar. Penimbunan bahan bangunan yang kurang kurang terkontrol akan mengakibatkan kerusakan – kerusakan pada bahan tersebut dan akan menyita area / ruang gerak jika penimbunan itu cukup lama. Untuk mendapatkan bangunan yang berkualitas baik, maka bahan – bahan bangunan harus memiliki syarat – syarat dan peraturan – peraturan yang sudah ditetapkan.


Berdasarkan hal tersebut, pihak kontraktor diwajibkan mengajukan contoh bahan yang dipesan kepada pihak konsultan pengawas untuk diperiksa apakah bahan – bahan tersebut sesuai dengan syarat – syarat teknis yang tercantum dalam besteek. Apabila bahan tersebut tidak sesuai dengan syarat – syarat teknis, maka bahan tidak bisa diterima untuk dipakai diproyek.

Berikut ini adalah bahan / material yang dipakai dalam pembangunan suatu proyek yaitu :

1)   Portland Cement (Semen)

Semen portland merupakan material yang berbentuk bubuk yang sangat halus, berwarna abu-abu yang terdiri dari kalsium dan alumunium silikat. Bahan mentah utama untuk membuat semen portland adalah batu kapur yang mengandung CaO dan tanah liat atau endapan batu yang terdiri dari SiO2 dan A2O3. Material ini digiling, diaduk, dilebur hingga menjadi butiran di dalam sebuah tanur, didinginkan, dan kemudian digiling hingga mencapai kehalusan sesuai dengan yang dibutuhkan.

Semua semen portland yang digunakan pada pelaksanaan pekerjaan dilapangan harus semen portland yang memenuhi standard internasional dan memenuhi persyaratan portland cement type 1 yang ditentukan dalam SNI–03–2847–2002 tentang tata cara perhitungan struktur beton untuk bangunan gedung. Pada proyek ini menggunakan semen produk Indocement.

Semen sebagai material yang mempunyai sifat-sifat adhesif dan kohesif yang diperlukan untuk mengikat agregat-agregat menjadi suatu massa yang padat dan mempunyai kekuatan yang cukup.

Semen membutuhkan air untuk membantu proses kimiawi (hidrasi), dimana pada proses tersebut bubuk semen akan mengeras menjadi suatu massa yang padat dan keras. Sebelum semen dituang air, pastikan campuran antara semen dengan pasir atau batu kerikil tercampur secara merata terlebih dahulu.

 

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyimpanan persediaan semen :

·      Sebelum diangkut ke lapangan untuk digunakan, semen harus dijaga agar tidak lembab.

·      Dalam pengangkutan semen harus terlindung dari hujan.

·      Sak (kantong) asli dari pabriknya dalam keadaan tertutup rapat.



·      Tinggi tumpukan maksimum tidak lebih dari 2 m atau maksimal 10 sak. Hal ini untuk menghindari rusaknya semen yang berada pada tumpukan yang paling bawah akibat beban yang berat dalam waktu yang cukup lama sebelum digunakan sebagai bahan bangunan.

·      Karena penimbunan semen dalam waktu yang lama juga akan mempengaruhi mutu semen, maka diperlukan adanya pengaturan penggunaan semen secara teliti. Sehingga dalam hal ini semen lama harus dipergunakan terlebih dahulu.

1)   Agregat

Dalam penggunaaan agregat harus digunakan agregat yang bersih, kuat dan sesuai dengan karakteristik yang ditentukan.

Adapun agregat tersebut dapat dibagi menjadi dua yaitu :

a)    Agregat halus (pasir)

Agregat halus dalam hal ini adalah pasir. Pasir digunakan untuk pekerjaan non struktural dan struktural. Dalam pelaksanaan pekerjaan proyek pasir digunakan untuk pembuatan lantai kerja, perkuatan dinding tanah, pembuatan beton decking, bahan repairing beton, dan bahan campuran beton.

Untuk setiap pemasukan pasir ke proyek harus selalu diperiksa oleh logistik, biasanya pemeriksaan ini dilakukan secara visual yaitu dengan cara diraba dan dilihat kenampakannya dari pasir tersebut sehingga dapat diketahui tingkat ketajaman dan kekasaran butir dari pasir tersebut dan sesuai dengan spek yang telah direncanakan. Penyimpanan pasir harus diletakkan di tempat yang bersih dari kotoran seperti dedaunan, ranting pohon, lumpur, dan sampah-sampah kecil lainnya sehingga dapat menjamin kadar air pasir yang merata. Jika agregat terlalu basah (misalnya kena hujan), maka takaran air sewaktu mencampur dengan material lainnya boleh dikurangi.

b)   Agregat Kasar (Krikil dan Batu Pecah)

Agregat kasar pada umumnya digunakan pada pekerjaan pengecoran misalnya seperti pembuatan kolom, balok dan plat dengan ukuran butiran lebih besar dari 5 mm. Agregat kasar yang digunakan dapat berupa kerikil sebagai disintegrasi alam atau berupa batu pecah yang diperoleh dari pemecahan batu. Agregat tersebut telah harus memenuhi persyaratan dalam PBI 1971 dan mempunyai susunan gradasi yang 

baik, cukup syarat kekerasannya dan kepadatannya, serta bersih dan bebas dari kandungan lumpur.

Setiap agregat yang masuk proyek sebelum digunakan biasanya juga dilakukan pemeriksaan dahulu oleh logistik, dimana pemeriksaan yang dilakukan biasanya adalah pemeriksaan visual, yaitu pemeriksaan dari agregat kasar tersebut sehingga dapat diketahui tingkat ketajaman dan kekerasan butirannya. Untuk mencegah perbedaan kadar air yang besar, agregat yang dibasahi sebelumnya diperbolehkan berada di tempat penyimpanan sampai minimum 12 jam sebelum digunakan. Ada kalanya adukan beton dibuat di lapangan untuk pekerjaan-pekerjaan non-struktural

1)   Air

Air yang digunakan untuk pembuatan adukan beton dipakai dari instalasi PAM. Secara garis besar air yang digunakan. Dalam pekerjaan dan perawatan beton harus bersih dan bebas dari subtansi – subtansi yang dapat merusak kualitas beton rencana, dan juga dalam penggunaan air ini harus di test dan direcomendasikan oleh institut yang independen.

2)   Beton Ready Mix

Beton ready mix yang digunakan disupplay oleh PT. Indocement dengan lokasi beching Plan menjadi satu area dengan lokasi proyek. Peraturan yang digunakan mengacu pada ACI 304 – 73, ACI komite 304 dan ASTM C94 – 78a.

Campuran beton harus di design secara professional dan dilakukan test laboratorium untuk mengontrol kualitas beton. Dalam penambahan admixsture pada plan harus sesuai dengan instruksi yang telah ditetapkan. Tidak boleh dilakukan penambahan air pada saat transit beton. Penambahan air untuk meningkatkan slump atau alasan lainnya, hanya diizinkan dengan persetujuan terlebih dahulu dari direksi pengawas dan dibawah pengawasan engineer.

 

3.3.1   Peralatan Kerja

Peralatan kerja mutlak diperlukan proyek, yang tujuannya untuk mempermudah mekanisme pekerjaan dilapangan, yang berhubungan dengan biaya, mutu pekerjaan dan waktu yang diperlukan. Peralatan ini ada yang digerakan dengan mesin, dana ada pula yang bekerja secara manual.


Pengunaan peralatan kerja  ini dipilih sedemikian rupa sehingga hasil pekerjaan nantinya mencapai hasil yang diharapkan, memenuhu persyaratan serta aman bagi yang menggunakan.

Adapun jenis peralatan yang digunakan dalam proyek ini yaitu :

a.    Peralatan Ringan

1)   Theodolith

Theodolith digunakan dalam pekerjaan pengukuran, seperti untuk menentukan latar AS bangunan, AS kolom, membuat sudut, mengukur peil (level), membantu mengukur ketebalan plat lantai dalam pelaksanaan pengecoran dan lain – lain.


Gambar 3.1 Theodolith


1)   Waterpass

Waterpass adalah alat yang dipergunakan untuk mendukung pekerjaan pengukuran sepeti membantu untuk menentukan tegak lurusnya kolom dan lain – lain.


Gambar 3.2 Waterpass

1)   Alat Penerangan (Lampu Sorot)

Lampu sorot digunakan untuk menerangi lapangan pada saat melakukan pekerjaan malam hari seperti pekerjaan pengecoran.


Gambar 3.3 Lampu Sorot

1)   Compressor

Compressor digunakan untuk membersihkan lapangan yang akan dicor dari kotoran kecil seperti serbuk gergaji, potongan – potongan kayu, tanah kering / debu dan lain – lainnya yang dapat menurunkan mutu dari kekuatan beton.



Gambar 3.4 Compressor



1)   Bar Cutter

Bar cutter digunakan untuk memotong besi tulangan sesuai dengan gambar perencanaan.


Gambar 3.5 Bar Cutter


1)   Bar Bender

Bar bender digunakan untuk membengkokan besi tulangan sesuai dengan gambar perencanaan. Bar cutter dan bar bender biasanya ditempatkan berdampingan sehingga pekerjaan lebih efisien.



Gambar 3.6 Bar Bender



1)   Vibrator

Vibrator digunakan sebagai alat penggetar untuk memadatkan adukan beton pada saat pengecoran sehingga dicapai permukaan yang luas dalam bekisting dan mencegah terjadinya rongga – rongga serta sarang – sarang krikil yang dapat menyebabkan beton menjadi kropos dan mengurangi kekuatan dari beton.

 

Gambar 3.7 Vibrator


1)   Bucket

Bucket digunakan untuk menampung dan memindahkan adukan beton dari truk mixer ke lokasi yang akan dicor, bucket ini diangkat dengan tower crane sehingga sampai kelokasi pengecoran.


Gambar 3.8 Bucket


1)   Molen

Molen digunakan untuk mengadukan beton dengan skala kecil seperti adukan untuk lantai kerja pada pile cap, floor hardener dan lain – lain.


Gambar 3.9 Molen

1)   Pompa Air

Pompa air digunakan untuk memindahkan air tanah dari galian tanah (pada pekerjaan basement ke saluran kota, sehingga pekerjaan tersebut selesai menurut rencana).


Gambar 3.10 Pompa Air


1)   Peralatan Kecil

·      Mesin serut kayu.

·      Mesin pemotong baja.

·      Gergaji.

·      Bor listrik.

·      Palu.

·      Tang.

·      Dll.

a.    Peralatan Berat

a)    Tower Crane

Tower crane adalah alat transportasi dalam proyek – proyek besar yang berfungsi memindahkan material – material yang berat dari satu tempat ke tempat yang lain. Penggunaan alat ini sangat penting karena dalam pengangkutan bahan – bahan material yang jauh dan tinggi sangat tergatung pada alat ini, seperti pengangkutan besi untuk tulangan, multiplex untuk bekisting dan lain – lain. Tower crane pada proyek ini digerakan dengan menggunakan tenaga listrik dari genset.


Gambar 3.11 Tower Crane

·      Bagian atas yang terdiri dari :

Ø Lengan tower carne yang tersusun dari rangka baja dan dapat diputar 360° pada porosnya.

Ø Kabin tempat operator yang bertugas mengoprasikan tower crane tersebut.

Ø Praying gear adalah poros perputaran yang merupakan bagian pemisah antara badan statis dengan lengan tower crane yang berputar.

·      Bagian bawah yang terdiri dari :

Ø Max section adalah rangka – rangka dari menara yang dapat disambung sampai ketinggian yang diinginkan.

Ø Jack adalah bagian yang dapat menaikan atas tower crane supaya sistem dapat dilaksanakan.

a)    Genset

Genset digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik pada proyek ini, genset ini memakai bahan bakar solat dan kapasitas daya listrik yang dihasilkan adalah 160 KVA untuk pengoprasian proyek dan 20 KVA untuk mesin las.


Gambar 3.12 Genset

a)    Excavator

Excavator digunakan untuk penggalian tanah dan memindahkan galian tanah tersebut ke truck pengangkut tanah. Excavator pada proyek sangat terbatas dalam penggunaannya karena kondisi area atau ruang gerak yang begitu terbatas.

Gambar 3.13 Excavator

a)    Truck Mixer

Truck mixer merupakan alat transportasi adukan beton dari tempat produksi beton ke proyek. Molen dari truck ini harus tetap berputar untuk menjaga keutuhan dari adukan beton tersebut. Kapasitas molen dari truck mixer ini 5 – 7 m³.


Gambar 3.14 Truck Mixer

a)    Concrete Pump

Concrete pump adalah alat pemompa beton dari truck mixer ke lokasi pengecoran. Concrete pump ini dilengkapi dengan pipa baja yang disambung – sambung dan sanggup memompa adukan beton sampai sejauh 100 meter secara horizontal dan 25 meter secara vertikal.


Gambar 3.15 Concrete Pump


a)    Dump Truck

Dump truck adalah sebuah truck yang mempunyai bak material yang dapat dimiringkan untuk menurunkan material hanya dengan memiringkan bak materialnya sehingga muatannya akan dapat meluncur kebawah. Untuk memiringkan bak digunakan pompa hidrolis. Sebagai alat pengangkut, dump truck banyak kegunaannya antara lain untuk mengangkut tanah, pasir, krikil, sampah dan yang lainnya.


Gambar 3.16 Dump Truck 

Dalam pengoprasian alat – alat yang dijelaskan diatas, tentu dilakukan oleh orang – orang yang berpengalaman dalam menangani alat – alat tersebut, dimana mereka sudah mengetahui spesifikasi teknis cara pemakaiaan alat yang bersangkutan. Hal ini untuk menjamin kondisi dari peralatan agar tetap prima.


3.4 Kesehatan Keselamatan Kerja (K3)

Penerapan K3 di proyek sangat perlu diperhatikan dalam pekerjaan konstruksi. Pelaksana konstruksi harus mengetahui dan menerapkan prinsip – prinsip kerja sesuai ketentuan K3 di lingkungan proyek.

 

3.4.1 Kelengkapan Administrasi K3

Setiap pelaksanaan pekerjaan konstruksi wajib memenuhi kelengkapan administrasi K3, meliputi :

a.    Pendaftaran proyek ke departemen tenaga kerja setempat.

b.    Pendaftaran dan pembayaran asuransi tenaga kerja (Astek).

c.    Pendaftaran dan pembayaran asuransi lainnya, bila disyaratkan proyek.

d.   Ijin dari kontraktor kimpraswil tentang penggunaan jalan atau jembatan yang menuju lokasi untuk lalu lintas alat berat.

e.    Keterangan lain pakai untuk alat berat maupun ringan dari instansi yang berwenang memberikan rekomendasi.

f.     Pemberitahuan kepada pemerintah atau lingkungan setempat.

 

3.4.2 Penyusunan Safety Plan

Safety pla adalah rencana pelaksanaan K3 untuk proyek yang bertujuan agar dalam pelaksanaan nanti proyek akan aman dari kecelakaan dan bahaya penyakit sehingga menghasilkan produktivitas kerja yang tinggi. Safety Plan berisi antara lain :

a.    Gambar proyek dan pokok perhatian untuk kegiatan K3.

b.    Resiko kecelakaan dan pencegahannya.

c.    Tatacara pengoprasian alat.

d.   Alan instansi terkait.

 

3.4.3 Pelaksanaan Kegiatan K3 di Lapangan

Pelaksanaan kegiatan K3 dilapangan meliputi :

a.    Kegiatan K3 dilpangan berupa pelaksanaan saftey plan, melalui kerja sama denagan instasi yang terkait, yaitu depnaker, polisi dan rumah sakit.

b.    Pengawasan pelaksanaan K3.meliputi kegiatan.


-       Safety Patrol, yaitu suatu tim K3 yang terdiri dari 2 atau 3 oarang yang melaksanakan patroli untuk mencatat hal – hal yang tidak sesuai ketentuan K3 dan yang memiliki resiko kecelakaan.

-       Safety Supervisor, adalah petugas yang ditunjuk manager proyek untuk mengadakan pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan dilihat dari segi K3.

-       Safety meeting, yaitu rapat dalam proyek yang membahas hasil laporan safety patrol maupun safety supervisor.

a.    Pelaporan dan penanganan kecelakaan, terdiri dari :

-       Pelaporan dan penanganan kecelakaan ringan.

-       Pelaporan dan penanganan kecelakaan berat.

-       Pelaporan dan penanganan kecelakaan dengan korban meninggal.

-       Pelaporan dan penanganan kecelakaan peralatan berat.

 

3.4.4 Perlengkapan dan Peralatan K3

Perlengkapan dan peralatan program K3 yang meliputi :

a.    Promoso program K3 terdiri dari :

-       Pemasangan bendera K3, bendera RI, bendera perusahaan.

-       Pemasangan sign-board K3 yang berisi antara lain slogan – slogan yang memperingatkan perlunya bekerja dengan selamat.

b.    Sarana peralatan yang melekat pada orang atau disebut perlengkapan pelindung diri (personal protective equipment), diantaranya :

-       Pelindung mata dan wajah.

-       Pelindung pendengaran.

-       Pelindung kepala.

-       Pelindung kaki.

-       Pelindung tangan.

-       Pelindung bahaya jatuh.

c.    Sarana peralatan lingkungan berupa :

-       Tabung pemadam kebakaran.

-       Pagar pengamanan.

-       Penangkal petir darurat.

-       Pemeliharaan jalan kerja dan jembatan kerja.

-       Jaring pengaman pada bangunan tinggi.

-       Pagar pengaman pada tangga darurat.

-       Peralatan P3K.

-       Rambu – rambu peringatan antara lain :

-       Peringatan bahaya dari atas.

-       Peringatan bahaya benturan kepala.

-       Peringatan bahaya longsor.

-       Peringatan bahaya api.

-       Peringatan tersengat listrik.

-       Penunjuk ketinggian (untuk bangunan yang lebih dari 2 lantai).

-       Penunjuk jalur instalasi listrik kerja sementara.

-       Larangan memasuki area tertentu.

-       Petunjuk untuk melapor (keluar masuk proyek).

-       Peringatan untuk memakai alat pengaman kerja.

-       Peringatan ada alat / mesin (untuk lokasi tertentu).




   Bersambung ke Part. 2 .....

SIFAT - SIFAT PLUIDA

  BAB I PENDAHULUAN   A.      LATAR BELAKANG Mekanikafluida dan hidrolika adalah bagian dari mekanika terpakai ( Applied Mechanics ) yang me...