Senin, 31 Agustus 2020

PERCOBAAN SONDIR

 PERCOBAAN A.1

SONDIR

 

I.                   Maksud dan Tujuan

Untuk mengetahui nilai kekuatan daya dukung lapisan tanah

·        Daya dukung tanah (qc)

·        Lekatan (f)

·        Jumlah hambatan (Tf)

·        Meneliti jenis tanah berdasarkan diameter butir tanah (f/qc)

 

II.                Alat-alat yang digunakan

·        Alat sondir kapasitas 2,5 ton dengan 2 buah manometer yang berkapasitas 60 & 250 kg/cm2.

·        Conus ganda (biconus)

·        Stang sondir (luar & dalam)

·        Besi kanal pengunci (2 panjang & 2 pendek)

·        Kunci T dan stang pemutar jangkar

·        Waterpass

·        Kunci pipa

·        Balok kayu

·        Kunci inggris

·        Oli

·        Alat pencatat

·        Meteran




LANGKAH KERJA

  1. Persiapan peralatan dan kondisi alat-alat.
  2. Membersihkan dan meratakan permukaan tanah yang akan diuji.
  3. Memasang 2 buah jangkar menggunakan kunci T dengan jara 1 m.
  4. Meletakan 2 buah balok kayu dengan posisi menyilang di sisi dalam jangkar.
  5. Meletakan alat sondir menyilang di atas balok kayu.
  6. Meletakan 2 batang besi kanal panjang menyilang diatas kaki sondir, kemudian diletakan 2 batang besi kanal pendek untuk memasukan 2 baut jangkar.
  7. Kencangkan baut jangkar, lalu kontrol tiang sondir ke posisi vertikal dengan menggunakan waterpass.
  8. Periksa gerakan biconus, bila kurang lancar maka beri pelumas.
  9. Periksa biconus pada stang, kencangkan, kemudian masukan ke dalam sondir pada posisi vertikal.
  10. Tandai pada tiang sondir sebagai tanda kedalaman setiap 20 cm.
  11. Tekan stang luar di kedalaman 20 cm pertama sampai stang dalam keluar 10 cm.
  12. Tekan stang dalam kemudian baca manometer, gerakan pertama adalah untuk membaca nilai qc sedangkan gerakan kedua adalah untuk membaca nilai qt.
  13. Penyambungan setang sondir dilakukan sampai setiap pembenaman sedalam 1 m.
  14. Pembacaan berhenti pada tanah keras di kedalaman 16 m, atau sampai pada kedalaman stang sondir maksimum.
  15. Tarik kembali stang sondir lalu rapikan peralatan dan lokasi pengujian agar rapi seperti sediakala.
  16. Buat laporan mengenai hasil pengujian. 




PEMBAHASAN

     Dari analisa perhitungan uji sondir didapat 4 buah grafik yaitu :

    1. Grafik Hubungan antara qc dan tf terhadap kedalaman.

·        Nilai qc pada permukaan di di kedalaman 0 – 2,2 m tergolong kecil karena pada grafik didapat qc = 0-16 kg/cm². Pada kedalaman 2,2 – 7,4 m nilai qc sedikit membesar hampir konstan. Namun pada kedalaman 7,4 – 8,4 m cenderung menurun dengan rata-rata 18 kg/cm². Namun kembali naik secaca konstan sampai pada kedalaman 15,6 m. Pada kedalaman 15,8 m mulai mengalami kenaikan secara signifikan hingga menemui lapisan tanah keras di kedalaman 16,2 m.

·        Pada grafik tf dibuat garis linier. Sudut α1 yang dikedalaman 0 – 3 m terlihat lebih besar karena peningkatan tf tergolong kecil. Sedangkan kedalaman berikutnya naik secara konstan sampai kedalaman 7 m. Peningkatan tf  berkurang beberapa saat kemudian naik signifikan hingga akhirnya berhenti di lapisan tanah keras. Maka disimpulkan bahwa semakin besar sudut α maka nilai peningkatan tf lebih kecil.

·        Grafik hubungan antara qc dan tf teerhadap kedalaman berfungsi untuk mengetahui besarnya daya dukung tanah untuk pondasi dalam dari perlawanan tanah terhadap ujung tiang.

·        Lapisan tanah keras didapat pada kedalaman 16,2 m dengan nilai qc = 200 kg/cm².


1.        Grafik lekatan (f) dan grafik local friction (lf) pada dasarnya mempunyai nilai sebanding, bedanya nilai lf pada grafik dikalikan dengan nilai h, dari grafik dapat dilihat bahwa nilai lekatan pada kedalaman 0 – 6 m bergerak naikdan menurun hingga kedalaman 8 m. Grafik terlihat naik turun hingga kedalaman 16 m. Grafik lekatan (f) berfungsi untuk mengetahui besar lekatan pada tanah.

2.        Grafik ratio (f/qc) terhadap kedalaman, dapat dilihat bahwa pada permukaan ratio terlalu besar dan tidak sesuai dengan rujukan klasifikasi tanah, maka tidak bias mencerminkan jenis tanah. Selain itu grafik ratio (f/qc) berfungsi untuk mengetahui jenis tanah berdasarkan diameter dan butir tanah. Pada grafik ratio (f/qc) terdapat banyak hasil perhitungan yang terlalu besar sehingga data-data yang terlalu besar dapat diabaikan. Data yang diabaikan jika f/qc ≥10%.

 

Kelebihan dan kekurangan Sondir

·           kelebihan yaitu :

sondir merupakan alat yang sederhana, praktis, cepat, murah, menghasilkan data yang akurat dan detail. Sondir sangat cocok untuk tanah di Indonesia karena kondisi tanah di Indonesia sebagian besar berupa lempung lanauan.

·          kekurangannya adalah :

tidak dapat diperoleh sampel, untuk uji laboratorium maupun untuk klasifikasi visual, dan tidak dapat menembus lapisan batuan. Untuk daerah-daerah tertentu dimana lapisan tanah berupa pasir maka alat ini kurang representatif dan tidak dapat menembus lensa gravel/pasir yang cukup tebal dan padat, sehingga bila
dibawah lensa pasir terdapat tanah lunak maka sulit untuk terdeteksi. Pada 


tanah pasir pengaruh tekanan air pori selama penetrasi pada kecepatan penetrasi yang normal sangat kecil dan diabaikan, sehingga hasil sondir dalam keadaan fully drained, sedangkan pada tanah lempung plastis hasil uji sondir lebih kearah fully undrained dan bila jenis tanah diantara kedua jenis diatas dapat memberikan hasil untuk keadaan fully drained dan fully undrained.



KESIMPULAN

Dari hasil percobaan di lapangan dan dari hasil perhitungan didapat data-data sebagai berikut :

1.           Sondir berhenti pada kedalaman 16,2 m dengan nilai qc mencapai 200 kg/cm² dan nilai qt mencapai 250 kg/cm².

2.           Jumlah hambatan pada akhir sondir (lf) = 912,90 kg/cm.

3.           Kedalaman tanah keras mulai mulai pada qc ≥100 kg/cm pada kedalaman 16m.

4.           Dari grafik sondir disimpulkan bahwa sebaran nilai qc pada kedalaman 0 – 2,2 meter tergolong kecil karena hanya berkisar 0 – 16 kg/cm² dan qc mulai membesar kemudian turun di kedalaman 8 m kemudian naik secara konstan. Nilai qc terbesar berada di kedalaman 16 m.

5.           Nilai kemiringan lf pada kedalaman 0 – 6,2 lekatan tergolong besar. lf antara 10 – 45 kg/cm. Nilai lekatan cenderung naik turun dan nilai terkecil berada di kedalaman 8 m yang hanya 3,49 kg/cm dan kembali naik turun hingga naik pesat di kedalaman 16 m.

Nilai friction pada permukaan terlalu besar diatas 6 % sehingga penulis tidak dapat menentukan jenis tanahnya. Jenis tanah sampai pada kedalaman 7 m dan 8,8 – 11,2 m adalah silty clay dengan nilai qc = 21,68 kpa dan fr = 3,98%. Jenis tanah di kedalaman 7 – 8,6 m adalah Sandy silts and silts dengan nilai qc  = 23,11 kpa dan nilai fr =  2,49%. Jenis tanah kedalaman 11,6 – 16,2 m adalah silty sand dengan nilai qc = 53,66 kpa dan fr = 2,16 %.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SIFAT - SIFAT PLUIDA

  BAB I PENDAHULUAN   A.      LATAR BELAKANG Mekanikafluida dan hidrolika adalah bagian dari mekanika terpakai ( Applied Mechanics ) yang me...